Tidak Main-Main, Google Pecat 80 Karyawan yang Terlibat Penyalahgunaan Data
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 18:05 WIB
loading...
Menurut Vice, 36 karyawan Google pada 2020 dipecat karena masalah terkait keamanan, 26 orang pada 2019 dan 18 karyawan pada 2018. Foto: ist
A
A
A
CALIFORNIA - Google dilaporkan memecat puluhan karyawan sejak 2018 hingga 2020 karena penyalahgunaan data pengguna.
Berdasarkan data internal yang diperoleh Vice News, merinci hasil investigasi internal raksasa teknologi tentang bagaimana karyawannya memanfaatkan posisi mereka untuk mencuri, membocorkan, atau menyalahgunakan data yang dapat mereka akses.
BACA JUGA: Axioo Chromebook Resmi Dirilis, Disiapkan untuk Proses Belajar di Sekolah
Menurut Vice, 36 karyawan Google pada 2020 dipecat karena masalah terkait keamanan, 26 orang pada 2019 dan 18 karyawan pada 2018.
Sebanyak 86 persen dari mereka yang dipecat tahun lalu karena berbagi informasi internal dengan pihak luar.
Sedangkan 10 persen kasus lainnya berkaitan dengan penyalahgunaan sistem perusahaan, yang mencakup pengaksesan data pengguna atau karyawan dan juga membantu orang lain mengakses data tersebut.
"Contoh yang dirujuk sebagian besar terkait dengan akses yang tidak tepat, atau penyalahgunaan, informasi perusahaan atau IP yang memiliki hak milik dan sensitif," kata juru bicara Google kepada Vice, dilansir dari Daily Mail, Sabtu (7/8).
Berdasarkan data internal yang diperoleh Vice News, merinci hasil investigasi internal raksasa teknologi tentang bagaimana karyawannya memanfaatkan posisi mereka untuk mencuri, membocorkan, atau menyalahgunakan data yang dapat mereka akses.
BACA JUGA: Axioo Chromebook Resmi Dirilis, Disiapkan untuk Proses Belajar di Sekolah
Menurut Vice, 36 karyawan Google pada 2020 dipecat karena masalah terkait keamanan, 26 orang pada 2019 dan 18 karyawan pada 2018.
Sebanyak 86 persen dari mereka yang dipecat tahun lalu karena berbagi informasi internal dengan pihak luar.
Sedangkan 10 persen kasus lainnya berkaitan dengan penyalahgunaan sistem perusahaan, yang mencakup pengaksesan data pengguna atau karyawan dan juga membantu orang lain mengakses data tersebut.
"Contoh yang dirujuk sebagian besar terkait dengan akses yang tidak tepat, atau penyalahgunaan, informasi perusahaan atau IP yang memiliki hak milik dan sensitif," kata juru bicara Google kepada Vice, dilansir dari Daily Mail, Sabtu (7/8).
Lihat Juga :