Dampak Covid-19, Salam Tradisional Prancis Terancam Hilang Selamanya
Kamis, 05 Agustus 2021 - 23:02 WIB
loading...
A
A
A
"La bise ini adalah aktivitas mengganggu yang hanya menciptakan kesengsaraan,” tulis Paul Douard, pemimpin redaksi biro Vice News France, dalam sebuah opini.
Krisis kesehatan setidaknya menjadi alasan orang untuk menolak salam tradisional tersebut. Karena biasanya salam tradisional ini digunakan di antara orang asing, kolega, dan orang yang dicintai.
BACA JUGA: Begini Cara Memindahkan Kontak dari Akun Google Anda
Ini bukan pertama kalinya Prancis melarang penggunaan salam tradisional la bise. Ketika Black Death, pandemi terburuk dalam sejarah manusia selama Abad Pertengahan, orang-orang mulai memahami fakta bahwa kontak manusia mungkin berperan dalam menyebarkan penyakit ini.
Tetapi begitu wabah itu surut, tradisi itu mulai muncul kembali secara perlahan. Pada Perang Dunia Pertama, ciuman tangan telah menjadi salam adat dalam masyarakat kelas atas, sementara ciuman di pipi digunakan di antara populasi yang lebih besar.
Krisis kesehatan setidaknya menjadi alasan orang untuk menolak salam tradisional tersebut. Karena biasanya salam tradisional ini digunakan di antara orang asing, kolega, dan orang yang dicintai.
BACA JUGA: Begini Cara Memindahkan Kontak dari Akun Google Anda
Ini bukan pertama kalinya Prancis melarang penggunaan salam tradisional la bise. Ketika Black Death, pandemi terburuk dalam sejarah manusia selama Abad Pertengahan, orang-orang mulai memahami fakta bahwa kontak manusia mungkin berperan dalam menyebarkan penyakit ini.
Tetapi begitu wabah itu surut, tradisi itu mulai muncul kembali secara perlahan. Pada Perang Dunia Pertama, ciuman tangan telah menjadi salam adat dalam masyarakat kelas atas, sementara ciuman di pipi digunakan di antara populasi yang lebih besar.
Lihat Juga :