Kelabang Raksasa Pemakan Burung Laut Eksis di Australia

Kamis, 05 Agustus 2021 - 06:30 WIB
loading...
Kelabang Raksasa Pemakan...
Kelabang raksasa yang ada di Phillip Island Australia merupakan penyeimbang rantai makanan karena ketiadaan mamalia di pulau tersebut. Foto/ABC
A A A
AUSTRALIA - Kelabang raksasa pemakan burung dan anak ayam ternyata benar-benar ada. Hewan yang cukup menakutkan itu ternyata bukan sebuah rekayasa imajinasi film-film sains fiksi. Nyatanya di Phillip Island, Australia kelabang-kelabang raksasa itu berkembang biak dan bertahan hidup dengan memakan burung laut yang ukurannya sedikit lebih besar.

Disebutkan situs berita ABC, kelabang raksasa ini panjangnya bisa berkembang hingga 30,5 centimeter. Tubuh kelabang raksasa ini memiliki sistem bertahan dan penyerangan yang sempurna.

Baca juga : Menanti Harga Ideal Mobil-mobil Listrik di Indonesia

Hewan itu dipersenjatai dengan racun kuat yang terbungkus dalam dua enjepit yang disebut "forcipules", yang digunakannya untuk melumpuhkan mangsanya. Sementara untuk bertahan dari serangan, tubuh kelabang raksasa itu dilindungi oleh perisai kuat bak pelat lapis baja. Perisai itu melapisi masing-masing dari banyak segmen yang ada di sepanjang tubuh.

Menurut peneliti Monash University, Luke Halpin, kemampuan kelabang raksasa untuk memangsa korbannya sangat kuat. Mereka kerap menyerang jangkrik, anak burung laut, tokek, dan kadal. Namun yang paling sering diserang kelabang raksasa itu di Phillip Island adalah anak ayam petrel.

Kelabang Raksasa Pemakan Burung Laut Eksis di Australia


Kelabang raksasa yang ada di Phillip Island dapat membunuh dan memakan antara 2.109 hingga 3.724 anak ayam petrel setiap tahun. Diketahui anak ayam petrel bersayap hitam nemang berkembang biak di pulau itu.

"Kami melihat luka yang sama di anak-anak ayam petrel yang diserang oleh kelabang itu. Kami bahkan melihat langsung kelabang menyerang dan memakan anak ayam," jelas Luke Halpin.

Baca juga : Spofec Bikin Rolls-Royce Cullinan Selebar Bus Transjakarta

Uniknya berkembangnya populasi kelabang raksasa di Phillip Island tersebut justru terjadi karena upaya perlindungan yang dilakukan pemerintah Australia. Sejatinya kelabang raksasa itu sudah ditemukan di Phillip Island sejak tahun 1980-an. Hanya saja jumlahnya terlampau sedikit sehingga nyaris menghilangkan jejak kehidupan hewan tersebut.

Upaya konservasi yang dilakukan melalui Northfolk Island National Park akhirnya bisa menyelamatkan nasib naas kelabang raksasa tersebut meski saat ini mereka menjadikan hewan penghuni lainnya sebagai mangsa.

Luke Halpin justru melihat kehadiran kelabang raksasa di Phillip Island justru merupakan salah satu bagian dari penyeimbangan rantai makanan. Menjadi predator buat anak ayam petrel adalah tindakan natural atau alami.

Dengan memangsa vertebrata, kelabang raksasa itu menjebak nutrisi yang dibawa dari laut oleh burung laut dan mendistribusikannya ke seluruh pulau.

"Dalam beberapa hal, mereka telah mengambil tempat mamalia pemangsa, yang tidak ada di pulau itu," ucap Luke Halpin.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gurita Biru Kehijauan...
Gurita Biru Kehijauan Langka Ditemukan di Dasar Laut Galapagos
Benua Australia Bergerak...
Benua Australia Bergerak Cepat, NOAA: Berpotensi Menabrak Indonesia
Kura-kura Galapagos...
Kura-kura Galapagos Tertua Mati pada Usia 141 Tahun
Australia Blokir TikTok...
Australia Blokir TikTok & Instagram U-16 Mulai 10 Desember, 1 Juta Akun Remaja Terdampak
Spesies Kodok Langka...
Spesies Kodok Langka Ditemukan Bisa Melahirkan Lebih dari 100 Bayi
Spesies Baru Laba-laba...
Spesies Baru Laba-laba dengan Jenis Kelamin Ganda Ditemukan
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
Rekomendasi
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved