Surya Pethak, Fenomena Matahari Memutih Sebabkan Suhu Dingin
Minggu, 01 Agustus 2021 - 17:02 WIB
loading...
A
A
A
"Matahari dapat berwarna putih dan langit berwarna biru karena sinar matahari mengalami hamburan Rayleigh yang menghamburkan spektrum cahaya tampak sesuai dengan jarak yang ditempuh sinar matahari saat melalui atmosfer," kata Andi seperti dikutip dari Edukasi Sains LAPAN, Minggu (1/8/2021).
Kejadian ini dapat berlangsung selama tujuh hingga empat puluh hari paling lama. Efek dari surya pethak ini dapat membuat suhu permukaan Bumi menjadi lebih dingin, sehingga tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan optimal dan manusia akan mudah menggigil.
BACA JUGA: Mirip Kios Pertamini, Tesla Akan Sebar Supercharge Canggih untuk EV
Penyebab munculnya surya pethak karena letusan gunung berapi dan perubahan sirkulasi air laut yang dapat mempengaruhi penguapan dan pembentukan awan.
Sangat kecil kemungkinan kabut awan yang menyelimuti permukaan Bumi yang ditimbulkan oleh penurunan aktivitas matahari berkepanjangan, seperti yang pernah terjadi apda tahun 1645 hingga 1715.
Kejadian ini dapat berlangsung selama tujuh hingga empat puluh hari paling lama. Efek dari surya pethak ini dapat membuat suhu permukaan Bumi menjadi lebih dingin, sehingga tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan optimal dan manusia akan mudah menggigil.
BACA JUGA: Mirip Kios Pertamini, Tesla Akan Sebar Supercharge Canggih untuk EV
Penyebab munculnya surya pethak karena letusan gunung berapi dan perubahan sirkulasi air laut yang dapat mempengaruhi penguapan dan pembentukan awan.
Sangat kecil kemungkinan kabut awan yang menyelimuti permukaan Bumi yang ditimbulkan oleh penurunan aktivitas matahari berkepanjangan, seperti yang pernah terjadi apda tahun 1645 hingga 1715.
(ysw)
Lihat Juga :