Peneliti Cantik Indonesia Ini Pemegang Salah Satu Hak Paten Vaksin AstraZeneca
Sabtu, 31 Juli 2021 - 14:21 WIB
loading...
Carina Citra Dewi Joe peneliti asal Indonesia di Jenner Institute, Oxford University merapakan salah satu pemilik paten vaksin AstraZeneca khususnya di bidang manufaktur skala besar. Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Vaksin menjadi salah satu cara yang dilakukan banyak negara untuk meredam penyebaran pandemi Covid-19. Untuk pembuatan vaksin ini, adalah salah satu peneliti cantik asal Indonesia yang ikut berkiprah dalam pembuatan vaksin AstraZeneca di Amerika Serikat.
Wanita tersebut adalah Carina Citra Dewi Joe yang merupakan peneliti asal Indonesia di Jenner Institute, Oxford University. Merangkum dari World Today, Sabtu (31/7/2021) wanita cantik tersebut ikut andil dalam pembuatan vaksin AztraZeneca. Bahkan ia adalah salah satu pemilik paten vaksin AstraZeneca khususnya di bidang manufaktur skala besar.
BACA: Kuburan Raksasa Berisi Alien Ditemukan di Tambang Batu Kapur Inggris
Berdasarkan keterangan Carina, vaksin AstraZeneca tersebut terdiri dari beberapa paten. Setidaknya lebih dari enam paten yang berasal dari berbagai bidang. Salah satunya dimiliki oleh Profesor Vaksinologi di Universitas Oxford, Sarah Gilbert. Namun Carina menjelaskan bahwa paten tersebut tidak dimiliki Sarah seluruhnya.
Carina mengaku dirinya memegang salah satu paten terkait vaksin AstraZeneca. Khususnya di bidang manufaktur skala besar.
Wanita tersebut adalah Carina Citra Dewi Joe yang merupakan peneliti asal Indonesia di Jenner Institute, Oxford University. Merangkum dari World Today, Sabtu (31/7/2021) wanita cantik tersebut ikut andil dalam pembuatan vaksin AztraZeneca. Bahkan ia adalah salah satu pemilik paten vaksin AstraZeneca khususnya di bidang manufaktur skala besar.
BACA: Kuburan Raksasa Berisi Alien Ditemukan di Tambang Batu Kapur Inggris
Berdasarkan keterangan Carina, vaksin AstraZeneca tersebut terdiri dari beberapa paten. Setidaknya lebih dari enam paten yang berasal dari berbagai bidang. Salah satunya dimiliki oleh Profesor Vaksinologi di Universitas Oxford, Sarah Gilbert. Namun Carina menjelaskan bahwa paten tersebut tidak dimiliki Sarah seluruhnya.
Carina mengaku dirinya memegang salah satu paten terkait vaksin AstraZeneca. Khususnya di bidang manufaktur skala besar.
Lihat Juga :