Periset Gunadarma Ciptakan RoboHelm yang Efektif Perangi COVID-19

Kamis, 28 Mei 2020 - 17:03 WIB
loading...
Periset Gunadarma Ciptakan...
Robovent-1 dibuat sebagai kontribusi Universitas Gunadarma membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Alat ini dapat membantu pasien yang menderita gagal nafas akibat Covid-19 pada gejala klinis tahap dua. (Foto/R Ratna Purnama/SINDONEWS)
A A A
DEPOK - Perguruan tinggi di Tanah Air berlomba-lomba berkontribusi kepada bangsa dalam memerangi COVID-19 . Sekarang, giliran Universitas Gunadarma yang memperlihatkan kemampuan risetnya. (Baca juga: Kemensos Buat Tiga Skema Penanganan Terdampak Covid-19 )

Mereka fokus meneliti seputar alat ventilator. Para periset di Universitas Gunadarma meyakini alat temuannya dapat digunakan untuk membantu kelancaran pernafasan pasien COVID-19.

Hasil temuan tersebut dinamakan Robovent 1. Alat ini telah berhasil lulus uji Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Jakarta sebagai perangkat resutitator emergensi ventilator pada 18 Mei 2020. Saat ini alat sedang diuji klinis untuk memperoleh izin produksi.

Rektor Universitas Gunadarma, Margianti mengatakan, Robovent-1 ini dibuat sebagai kontribusi Universitas Gunadarma membantu pemerintah dalam menangani pandemik COVID-19. Alat dapat membantu pasien yang menderita gagal nafas akibat virus pada gejala klinis tahap dua.
“Pengembangan Robovent-1 ini bekerja sama dengan PT Sari Teknologi dan PT. Inti Inovasi Teknologi. Proses pengujian teknis BPFK dilakukan secara lengkap mencakup: volume tidal (vt), respiratory rate (RR), rasio inspirasi dan ekspirasi (I/E), PEEP, PIP, keselamatan kelistrikan, keandalan, serta sistem alarm,” katanya, Kamis (28/5/2020).

Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma, Adang Suhendra menambahkan, teknologinya berbasis Internet of Things (IoT). Temuan ini sendiri merupakan hasil penelitian dari sejumlah pakar Universitas Gunadarma yang terdiri dari Falkutas Teknologi Industri, Falkutas Kedokteran, serta Falkutas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi terlibat yang langsung terlibat dalam riset pengembangan alat tersebut.

“Kelebihan Robovent-1 dibandingkan dengan yang sudah ada adalah teknologi IoT, di mana tenaga medis dapat memantau pasien secara jarak jauh. Jadi sangat untuk penanganan pasien penyakit menular seperti COVUD-19,” katanya.

Di tempat yang sama, PIC Research, Yohanes Kurnia mengatakan, Universitas Gunadarma juga telah menghasilkan produk inovatif hasil penelitian yang terkait COVID-19. Di antaranya, perangkat lunak aplikasi medis untuk mendeteksi kanker paru dalam ruang 2 dan 3 dimensi, sistem pakar untuk diagnosis kanker paru LCDiagnosis, sistem monitoring Covid-19.

Yohanes menjelaskan, khusus RoboHelm, ini adalah salah satu alat yang cukup efektif dan mudah untuk digunakan. Bahkan karena ukurannya hanya seperti koper, alat dinyatakan mampu dibawa tenaga medis hingga ke daerah pelosok.

“RoboHelm adalah helm cpap yang merupakan modifikasi dari Tim RoboVent yang dapat digunakan semua alat chip,” kata Yohanes.

Keunggulan dari hasil penelitian perangkat ini ialah alat ini lebih nyaman digunakan, mengurangi resiko kontaminasi ke ruang perawatan dan tenaga medis, kemudian mengurangi dampak lecet di kulit akibat tekanan, sehingga dapat digunakan lebih lama. “Alat ini jauh lebih murah dan sangat-sangat bisa untuk memangkas biaya kesehatan khususnya penanganan COVID. Jadi kalau ini digunakan saya yakin kita akan dapat dengan cepat memulihkan keadaan,” pungkasnya.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
Indonesia Posisi Kedua...
Indonesia Posisi Kedua Negara yang Paling Mudah Dibodoh-bodohi
Biji-bijian Tumbuh Pesat...
Biji-bijian Tumbuh Pesat Saat Mendengar Suara Hujan
Rahasia Salah Satu Kerajaan...
Rahasia Salah Satu Kerajaan Terkuat di Peru Berasal dari Burung-Burung
Ketua Dewan Pembina...
Ketua Dewan Pembina Pelita dan Rektor MNC University Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Vokasi Nasional
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Bangun Pendidikan Hukum,...
Bangun Pendidikan Hukum, Peradi Profesional Gandeng 112 PTN dan PTS se- Indonesia
Rekomendasi
Pandangan Islam tentang...
Pandangan Islam tentang Harta: Benarkah Kaya Lebih Baik daripada Miskin?
Dilaporkan Roy Suryo...
Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi, Lechumanan: Saya Kepengin Cepat Diperiksa
Viral Surat Edaran Peningkatan...
Viral Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan, Ini Penjelasan Kejagung
Berita Terkini
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
Kunci Konvensional Mulai...
Kunci Konvensional Mulai Ditinggalkan, Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1 Jadi Standar Baru Keamanan Rumah
Meta Blokir Fungsi Kamera...
Meta Blokir Fungsi Kamera Kacamata Pintar Jika Lampu Privasi Terhalang
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved