120 Ribu Member Kuncie Belajar Langsung dari Raditya Dika, Joko Anwar, Hingga Gita Wirjawan
Selasa, 20 Juli 2021 - 08:25 WIB
loading...
A
A
A
Telkomsel telah menggandeng 65 praktisi dan pakar dari segala bidang untuk menjadi mentor di platform Kuncie. Di kalangan pengusaha ada Gita Wirjawan; kalangan industri kreatif muncul sutradara Joko Anwar; kalangan content creator ada Raditya Dika, dan masih banyak lagi.
![120 Ribu Member Kuncie Belajar Langsung dari Raditya Dika, Joko Anwar, Hingga Gita Wirjawan]()
Telkomsel menghadirkan platform Kuncie untuk meningkatkan kompetensi masyarakat Indonesia. TampakDirektur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam. Foto: dok Telkomsel
Kuncie telah dilengkapi lebih dari 550 konten praktis dan masih akan terus ditambah oleh para mentor maupun pelaku UMKM sukses di Indonesia dan partner marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan GoJek.
Yang membuat platform Kuncie memiliki keunggulan tersendiri, yaitu adanya sesi mentoring dari para expert yang disesuaikan dengan permintaan, serta dapat terhubungnya para pengguna secara personal dengan para mentor di seluruh platform untuk kebutuhan diskusi lebih intens.
”Talenta-talenta di Indonesia memiliki keinginan kuat untuk terus berkembang. Namun saat ini sumber daya pendukung di Indonesia masih sangat minim,” ujar Hendri.

Telkomsel menghadirkan platform Kuncie untuk meningkatkan kompetensi masyarakat Indonesia. TampakDirektur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam. Foto: dok Telkomsel
Kuncie telah dilengkapi lebih dari 550 konten praktis dan masih akan terus ditambah oleh para mentor maupun pelaku UMKM sukses di Indonesia dan partner marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan GoJek.
Yang membuat platform Kuncie memiliki keunggulan tersendiri, yaitu adanya sesi mentoring dari para expert yang disesuaikan dengan permintaan, serta dapat terhubungnya para pengguna secara personal dengan para mentor di seluruh platform untuk kebutuhan diskusi lebih intens.
”Talenta-talenta di Indonesia memiliki keinginan kuat untuk terus berkembang. Namun saat ini sumber daya pendukung di Indonesia masih sangat minim,” ujar Hendri.
Lihat Juga :