WHO Sebut Manfaat Vaksin Covid-19 Lebih Besar dari Resikonya

Senin, 12 Juli 2021 - 13:31 WIB
loading...
WHO Sebut Manfaat Vaksin...
Kendati vaksin Covid-19 jenis mRNA seperti Pfizer dan Moderna beresiko namun WHO menganggap resiko itu sangat kecil daripada manfaatnya. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Badan regulator obat-obatan Eropa, diketahui baru saja menemukan adanya hubungan antara kasus sangat langka inflamasi jantung dengan dua jenis vaksin Covid-19 , yakni Pfizer dan Moderna yang keduanya berbasis mRNA.

Komite Keamanan European Medicines Agency (EMA) mengatakan, kondisi yang disebut sebagai miokarditis dan perikarditis pada jantung harus terdaftar sebagai efek samping dari dua vaksin mRNA. EMA menambahkan bahwa kasus seperti itu terutama, terjadi dalam 14 hari setelah vaksinasi.

BACA: Habis Divaksin, Rusia Larang Berhubungan Intim Selama 3 Hari

Dilansir Reuters, Senin (12/7/2021), merespon temuan EMA tersebut, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan itu tak seberapa dari pada manfaatnya.

Kendati vaksin Covid-19 jenis mRNA seperti Pfizer dan Moderna beresiko namun resiko itu sangat kecil.

“Kasus miokarditis dan perikarditis sangat jarang terjadi pasca vaksinasi dengan vaksin Covid-19 mRNA (merujuk pada vaksin Pfizer dan Moderna). Manfaat vaksin Covid-19 dengan teknologi mRNA lebih besar daripada resikonya dalam mengurangi rawat inap dan kematian akibat infeksi Covid-19,” bunyi pernyataan WHO.

WHO menambahkan, data yang tersedia menunjukkan bahwa kondisi miokarditis dan perikarditis setelah suntik vaksin ini umumnya tergolong ringan dan merespon dengan istirahat dan obat antiinflamasi nonsteroid. "Tapi kasus resiko ini, masih terus ditindak lanjuti. Follow up-nya sedang berlangsung untuk menentukan hasil jangka panjang," tambah WHO.

BACA JUGA: Terpaksa Menyetir Mobil Saat PPKM Darurat, Penting Terapkan 5 Hal Ini

Diingatkan bagi orang-orang yang mengalami efek samping yang menunjukkan gejala miokarditis dan perikarditis, untuk segera mencari pertolongan medis.

“Orang yang divaksin harus harus diinstruksikan untuk mencari pertolongan medis segera jika mereka mengalami gejala yang menunjukkan miokarditis atau perikarditis seperti onset baru (serangan atau awal mula munculnya penyakit), seperti nyeri dada yang menetap, sesak napas, atau palpitasi setelah vaksinasi," pungkas WHO.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Covid-19 Ngamuk Lagi,...
Covid-19 Ngamuk Lagi, WHO Umumkan Waspada Varian NB.1.8.1
WHO: NB.1.8.1 Varian...
WHO: NB.1.8.1 Varian Baru Covid-19, Menyebar ke 22 Negara Termasuk Asia Tenggara
Riset WHO: Lebih dari...
Riset WHO: Lebih dari 7,2 Juta Orang Berisiko Tenggelam pada 2050
WHO Pastikan Ponsel...
WHO Pastikan Ponsel Tidak Menyebabkan Kanker, Ini Riset Ilmiahnya
WHO Vonis Remaja di...
WHO Vonis Remaja di Eropa Alami Gangguan Mental Akibat Kecanduan Medsos
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
Sandy Tumiwa Ungkap...
Sandy Tumiwa Ungkap Alasan Unggah Foto Tessa kaunang Berhijab, Kangen!
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Berita Terkini
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Infografis
Hizbullah Klaim Tewaskan...
Hizbullah Klaim Tewaskan Lebih dari 70 Tentara Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved