Hasil Studi : Banyak Mikir Penyebab Gagalnya Tendangan Penalti
Senin, 12 Juli 2021 - 06:52 WIB
loading...
A
A
A
Penelitian yang dilakukan Max Slutter dan rekan-rekannya sendiri menggunakan teknologi Near-Infrared Spectroscopy atau fNIRS. Melalui teknologi itu sebanyak 22 pesepakbola yang melakukan tendangan penalti diminta mnegenakan sebuah headset yang berfungsi mempelajari pergerakan otak saat melakukan kegiatan tertentu.
![Hasil Studi : Banyak Mikir Penyebab Gagalnya Tendangan Penalti]()
Para relawan itu kemudian diminta melakukan tendangan penalti dengan beragam kondisi. Mulai dari tendangan penalti dengan gawang kosong, kiper yang tidak aktif bergerak, hingga kondisi tendangan penalti khusus dimana gangguan dibuat sangat tinggi dan ada taruhan yang besar.
"Kami menemukan fakta bahwa pesepakbola yang tetap berhasil mengeksekusi tendangan penalti dengan berbagai kondisi itu, mampu mengaktivasi bagian-bagian fungsi otak dengan tugas yang relevan," jelas Dr Nattapong Thammasan dari University of Twente.
Salah satunya adalah aktivasi korteks motorik otak yang memang mengontrol seluruh gerakan pesepakbola tersebut. "Ini tampaknya logis, karena gerakan adalah salah satu elemen terpenting saat mengambil penalti," jelasnya.

Para relawan itu kemudian diminta melakukan tendangan penalti dengan beragam kondisi. Mulai dari tendangan penalti dengan gawang kosong, kiper yang tidak aktif bergerak, hingga kondisi tendangan penalti khusus dimana gangguan dibuat sangat tinggi dan ada taruhan yang besar.
"Kami menemukan fakta bahwa pesepakbola yang tetap berhasil mengeksekusi tendangan penalti dengan berbagai kondisi itu, mampu mengaktivasi bagian-bagian fungsi otak dengan tugas yang relevan," jelas Dr Nattapong Thammasan dari University of Twente.
Salah satunya adalah aktivasi korteks motorik otak yang memang mengontrol seluruh gerakan pesepakbola tersebut. "Ini tampaknya logis, karena gerakan adalah salah satu elemen terpenting saat mengambil penalti," jelasnya.
Lihat Juga :