Ketua Satgas IDI: Vitamin D Belum Cukup Bukti Obati Covid-19

Sabtu, 10 Juli 2021 - 11:05 WIB
loading...
Ketua Satgas IDI: Vitamin...
Meski belum ada cukup bukti yang menyatakan bahwa vitamin D bisa menjadi obat atau pencegah Covid-19, tapi tetap memiliki dampak positif bagi tubuh. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Vitamin D menjadi obat yang cukup sering diresepkan dokter dalam upaya mengobati pasien Covid-19. Namun, apakah peran vitamin D ini benar cukup penting dalam proses penyembuhannya?

Ketua Satgas PB IDI Prof Zubairi Djoerban mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada bukti kuat secara ilmiah menegaskan vitamin D sebagai pengobatan atau pencegahan Covid-19.

BACA JUGA: Hati-Hati, Mengukur Saturasi Oksigen Lewat Aplikasi dan Kamera Ponsel Tidak Akurat

"Telah diklaim bahwa vitamin D adalah pengobatan atau pencegahan untuk penyakit Covid-19. Mungkin saja. Semua kemungkinan terbuka dari studi-studi yang dilakukan dan saya akan selalu mendukung studi-studi tersebut. Tapi, memang belum ada cukup bukti untuk memastikannya," kata Prof Zubairi di Twitternya belum lama ini.

Meski belum ada cukup bukti yang menyatakan bahwa vitamin D bisa menjadi obat atau pencegah Covid-19, Prof Beri, sapaan akrabnya, tak menampik bahwa vitamin D memberi manfaat ke tubuh.

"Vitamin D itu diperlukan untuk kesehatan tulang, gigi, dan sistem kekebalan tubuh. Vitamin ini sudah ada di dalam tubuh dan mampu diproduksi secara alami oleh tubuh dari sinar matahari yang diserap kulit," paparnya.

Karena cara kerjanya vitamin D ini membutuhkan sinar matahari, penting bagi semua orang yang mengonsumsi vitamin D tetap terpajan sinar matahari. Karena, kalau tidak maka efek vitamin D yang dikonsumsi tidak akan maksimal di tubuh.

Itu kenapa, di negara-negara dengan pajanan matahari yang tidak sebanyak Indonesia, dalam hal ini Prof Beri memberi contoh Inggris, banyak kelompok individu yang mengalami masalah kekurangan vitamin D.

"Di Inggris, ketika menjelang musim dingin, warganya akan disarankan mengonsumsi vitamin D. Bahkan, khusus musim dingin kemarin, pemerintah Inggris memberikan suplemen vitamin D secara gratis untuk orang-orang yang berisiko terhadap Covid-19," ungkap Prof Beri.

Nah, terkait dengan pernyataan apakah vitamin D bisa mencegah seseorang terinfeksi Covid-19, Prof Beri menyatakan bahwa berdasar hasil studi ilmiah yang dilakukan Universitas Northwestern, ternyata benar ada hubungan antara kekurangan vitamin D dengan infeksi virus corona.

"Mereka juga menyatakan bahwa pasien dari negara-negara dengan tingkat kematian Covid-19 tinggi diketahui memiliki kadar vitamin D yang rendah. Tapi, para peneliti memberikan catatan terhadap hasil penelitiannya tersebut," kata Prof Beri.

Catatannya adalah para peneliti membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara tingkat infeksi virus dan vitamin D dari satu negara dengan negara lain. Mengapa ini diperlukan?

Menurut Prof Beri, sebab ada perbedaan kualitas perawatan kesehatan, tingkat tes, usia populasi, atau jenis virus corona yang tak sama di tiap negara. "Intinya belum cukup data untuk bisa bilang bahwa vitamin D dapat mencegah seseorang terinfeksi Covid-19," tegasnya.

Ia pun menyoroti informasi yang beredar di India bahwa studi yang dilakukan di negara tersebut membuktikan pemberian vitamin D mungkin sekali bermanfaat sebagai bagian dari pengobatan Covid-19. Namun, peneliti India juga bilang bahwa pemberian vitamin D sebelum diagnosis tidak memengaruhi hasil pengobatan terhadap pasien.

"Artinya, vitamin D yang dikonsumsi sebelum pasien terdiagnosis Covid-19 dibanding dengan pasien yang tidak mengonsumsi, ternyata sama saja hasilnya. Dus, penelitian juga memuat kalau dosis vitamin D itu kebanyakan, ditemukan yang namanya toksisitas sebagai efek samping," katanya.

Prof Beri melanjutkan, memang pemberian tambahan vitamin D sebesar 10-25 mikrogram tiap hari bisa memproteksi pasien terhadap infeksi akut saluran napas. Ini benar menurutnya. "Tapi tetap belum cukup bukti untuk mencegah Covid-19," singkatnya.

BACA JUGA: Tes Jaringan 5G di POCO M3 Pro 5G, Ternyata Segini Hasilnya…

"Dari itu semua, saya memandang bahwa belum ada cukup bukti yang menyatakan vitamin D mencegah seseorang terinfeksi Covid-19. Begitu juga untuk pengobatannya. Bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) tidak mengeluarkan izin untuk vitamin D sebagai bagian dari pengobatan Covid-19," terang Prof Beri.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Riset: Jumlah Kematian...
Riset: Jumlah Kematian Covid-19 di Indonesia Didominasi Usia Produktif Ketimbang Lansia
Sudah Divaksin Tapi...
Sudah Divaksin Tapi Masih Terpapar Covid-19, Kenapa?
Vitamin C atau Vitamin...
Vitamin C atau Vitamin D, Mana yang Lebih Efektif untuk Daya Tahan Tubuh?
Waspadai Lonjakan Kasus...
Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 di Asia, Kemenkes Minta Daerah Siaga
Ducati XDiavel V4 Terbary...
Ducati XDiavel V4 Terbary Siap Diproduksi di Borgo Panigale
Rekomendasi
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Berita Terkini
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved