3 Alasan Mengapa UMKM Harus Memanfaatkan TikTok Sebagai Media Promosi

Senin, 05 Juli 2021 - 17:41 WIB
loading...
3 Alasan Mengapa UMKM...
Dengan mendefinisikan pendekatan otentik ke media sosial, UMKM dapat memperkuat legitimasi dan menampilkan suara dan kepribadian unik dari merek masing-masing. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Diluncurkan pada 2016 hingga kini, TikTok telah menjadi aplikasi terpopuler dengan jumlah unduhan global mencapai dua miliar. Karena itu, tidak ada alasan mengapa UMKM tidak menggunakan TikTok.

BACA JUGA: Logam vs Plastik vs Kaca vs Keramik, Mana Bodi Smartphone Terbaik?

Senior Executive Zilingo Indonesia Melina Marpaung mengatakan, penggunaan media sosial yang efektif dapat mendorong keinginan pelanggan untuk mengetahui lebih banyak tentang penawaran pelaku UMKM.

”Yang diharapkan akan menghasilkan lebih banyak trafik ke bisnis. Apalagi, jumlah pengguna TikTok terus meningkat di Indonesia,” bebernya. Nah, berikut 3 alasan mengapa UMKM harus menggunakan TikTok:

Berbasis Mobile, Mudah di Akses

Faktor yang membuat TikTok sangat menarik adalah penggunaan video mikro yang sangat mudah diakses di telepon seluler.

”Dari segi bisnis, format mobile merupakan hal yang relevan terhadap konsumen. Anda dapat menjalankan bisnis melalui telepon genggam, sehingga berinvestasi pada aplikasi berbasis mobile cocok dijalankan pada kampanye mobile-first Anda,” beber Melina.

Menghasilkan prospek untuk pengembangan bisnis
Dengan audiens TikTok yang sangat besar, pelaku UMKM perlu mempertimbangkan apakah target audiens juga menggunakan platform serupa.

Meski TikTok kini dipenuhi oleh tren generasi Z, namun banyak platform media sosial lain yang juga bermulai dari audiens yang lebih muda.

“Dengan memanfaatkan platform baru lebih awal, Anda dapat mendahului kompetitor Anda. Anda juga dapat membangun basis audiens Anda sebelum platform tersebut bercampur aduk dengan konten promosi bisnis lain,” ujar Melina.

Menurutnya, setiap bisnis sebaiknya dapat mengalokasikan marketing resources-nya di tempat target audiens berada, karena akan berdampak baik pada ROI yang diharapkan.

Tempat Memproduksi konten yang autentik
Berdasarkan Laporan Konten Konsumen Stackla, 30% kaum millennial mengatakan bahwa mereka berhenti mengikuti sebuah merek di media sosial dikarenakan konten mereka yang dirasa palsu dan 57% responden beranggapan kurang dari setengah merek yang ada membuat konten yang autentik.

Masyarakat luas kini merasa penat dengan apapun yang terasa palsu, overproduced atau terlalu komersil, dan ketika berbicara mengenai influencer media sosial, batas antara sponsorship dengan rekomendasi yang autentik pun semakin kabur.

UMKM dapat memprioritaskan untuk terhubung dengan micro influencers, dengan jumlah pengikut 1,000 hingga 10,000, profil pengikut yang niche, ditambah dengan perspektif lebih jujur, yang menggambarkan keotentikan sebuah konten.

”Pelaku UMKM juga bisa meningkatkan kesadaran merek dengan memperlihatkan tempat kerja dan budaya kantor di perusahaan. Hal ini tentu akan membawa perspektif keotentikan yang baru untuk branding usaha,” bebernya.

Menurut Melina, strategi pemasaran media sosial adalah tentang membangun kepercayaan yang mendukung penjualan, dan keotentikan merupakan pendorong utama pada kepercayaan itu sendiri.

BACA JUGA: Sandiaga Uno Minta Game Fortnite Diblokir Karena Intoleransi Terhadap Umat Islam

”Dengan mendefinisikan pendekatan otentik ke media sosial, UMKM dapat memperkuat legitimasi dan menampilkan suara dan kepribadian unik dari merek masing-masing,” tutup Melina.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi Link Tambah...
Rekomendasi Link Tambah Follower TikTok Gratis
TikTok Luncurkan Feed...
TikTok Luncurkan Feed STEM di Indonesia: Edukasi Sains dan Teknologi untuk Generasi Muda
TikTok Ajak Pengguna...
TikTok Ajak Pengguna Berpikir Kritis untuk Hindari Hoaks
Indonesia Pengguna TikTok...
Indonesia Pengguna TikTok Terbesar Dunia, Kalahkan Amerika dan Brasil!
Cara Menghapus Foto...
Cara Menghapus Foto Profil TikTok dengan Mudah, Cuma Beberapa Langkah!
Berapa Nilai 1 Koin...
Berapa Nilai 1 Koin TikTok dalam Rupiah? Ini Penjelasan Lengkapnya!
RCTI Gelar TikTok Awards...
RCTI Gelar TikTok Awards Indonesia 2024, Rhoma Irama hingga Lyodra Jadi Bintang Tamu
TikToker Galih Loss...
TikToker Galih Loss Ditetapkan Tersangka Penistaan Agama
Richard Theodore Dihujat...
Richard Theodore Dihujat Gegara Tuding Orang NTT Tak Jujur, Begini Kronologi Kejadian Sebenarnya
Rekomendasi
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Berita Terkini
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Infografis
3 Alasan Komisi Eropa...
3 Alasan Komisi Eropa Dorong UE Miliki Blok Pertahanan Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved