Awas, Penipuan dengan Email Palsu Naik 2 Kali Lipat

Minggu, 04 Juli 2021 - 13:02 WIB
loading...
Awas, Penipuan dengan...
Pemalsuan email atau email spoofing banyak dipakai penjahat siber untuk mengelabui pengguna demi mendapatkan keuntungan. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Pemalsuan email atau email spoofing banyak dipakai penjahat siber untuk mengelabui pengguna demi mendapatkan keuntungan.

Skemanya dapat berupa pengunduhan malware, menyediakan akses ke sistem atau data. Tak hanya itu, para penjahat dunia maya juga biasanya menawarkan detail pribadi, atau mentransfer uang.

Sering kali, email palsu ini tampaknya berasal dari organisasi terkemuka, tidak hanya membahayakan target, tapi juga reputasi perusahaan yang domainnya disalahgunakan.

BACA: Hancurkan Kakbah untuk Nail Level, Al Azhar Mesir Haramkan Game Fortnite

Serangan ini pun terus meningkat jumlahnya. Berdasarkan data Kaspersky, dari periode April hingga Mei 2021, total jumlah serangan pemalsuan email hampir 2 kali lipat dari 4.440 menjadi 8.204.

Pakar Keamanan Kaspersky Roman Dedenok mengatakan, spoofing mungkin tampak primitif jika dibandingkan dengan beberapa teknik lain, namun spoofing sangatlah efektif.

"Ini juga bisa menjadi tahap pertama dari serangan kompromi email bisnis (BEC) yang lebih kompleks—serangan yang dapat menyebabkan pencurian identitas dan penghentian bisnis, serta kerugian moneter yang signifikan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (4/7/2021).

Jenis serangan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Metode paling mudah adalah apa yang disebut pemalsuan domain yang sah (legitimate domain spoofing).

BACA JUGA: Kenalkan Brawley, Mobil Listrik Sangar untuk Terabas Medan Offroad

Dari sinilah seseorang memasukkan domain organisasi yang dipalsukan pada header, sehingga sangat sulit untuk membedakan email palsu dari yang asli.

Namun, jika perusahaan telah menerapkan salah satu metode autentikasi email yang lebih baru, para pelaku kejahatan siber harus menggunakan metode lain.

Ini bisa dalam bentuk pemalsuan nama tampilan, di mana mereka menargetkan individu dengan mengirim email palsu seolah-olah itu dikirim oleh karyawan perusahaan yang sebenarnya.

Serangan spoofing yang lebih canggih melibatkan domain yang serupa: para pelaku kejahatan siber menggunakan domain tertentu yang sudah terdaftar dan terlihat mirip dengan domain organisasi yang sah.

BACA JUGA: Gawat, Suhu Benua Es Antartika Catatkan Rekor Panas Tertinggi

Untuk mengurangi risiko perusahaan menjadi korban spoofing , pakar Kaspersky merekomendasikan hal berikut ini.

- Gunakan metode autentikasi email, seperti SPF, DKIM atau DMARC, untuk email perusahaan.

- Menerapkan pelatihan pembelajaran kesadaran keamanan yang mencakup topik keamanan
email. Cara ini akan membantu mengedukasi para karyawan untuk selalu memeriksa alamat pengirim
ketika mereka menerima email dari orang yang tidak dikenal dan memahami aturan dasar
lainnya.

- Jika menggunakan layanan cloud Microsoft 365, jangan lupa untuk melindunginya dengan tepat.
Kaspersky Security for Microsoft Office 365 memiliki fitur anti-spoofing khusus untuk komunikasi bisnis yang aman.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Posisi Kedua...
Indonesia Posisi Kedua Negara yang Paling Mudah Dibodoh-bodohi
Era Mama Minta Pulsa...
Era Mama Minta Pulsa Tamat! Registrasi Kartu Kini Wajib Pindai Wajah
Modus Baru Kuras Rekening:...
Modus Baru Kuras Rekening: Hati-Hati Jebakan Refund QRIS Palsu Mengatasnamakan Ekspedisi
Perang Siber Dimulai:...
Perang Siber Dimulai: Serangan Spyware di Indonesia Melonjak 64,2%, Negara Tetangga Ini Meledak 210%
Waspada! Skema Ponzi...
Waspada! Skema Ponzi TikTok Live: Modal Gift Galaxy Dijanjikan Puluhan Juta
Nyaris 3.000 Perusahaan...
Nyaris 3.000 Perusahaan Indonesia Diserang Hacker Tiap Hari, Penyebabnya Sepele!
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
5.950 WNI Dapat Penghapusan...
5.950 WNI Dapat Penghapusan Denda Overstay dari Kamboja
Lesti Kejora Imbau Fans...
Lesti Kejora Imbau Fans Waspada Penipuan, Jangan Percaya Akun Media Sosial Palsu
Rekomendasi
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Berita Terkini
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Infografis
Mengkonsumsi Mi Instan...
Mengkonsumsi Mi Instan Jangan Lebih 2 Kali dalam Sebulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved