Selama Pandemi, Setengah Warga Inggris Nonton Porno, Banyak yang Cari Duit di OnlyFans
Senin, 28 Juni 2021 - 13:46 WIB
loading...
A
A
A
Angka-angka tersebut dimuat dalam laporan tahunan Ofcom tentang kebiasaan konsumsi media online Inggris. Biasanya, penelitian Ofcom berfokus pada Facebook dan YouTube.
Namun, Kominfo Inggris itu memutuskan untuk memperluas penelitiannya dengan memasukkan pornografi. Sebab, situs dewasa juga berada di bawah tanggung jawab Ofcom yang tugasnya mengawasi keamanan internet.
Terlepas dari pertumbuhan pornografi online di Inggris, sektor ini tetap diatur dengan regulasi yang terbilang lunak. Padahal, penyedia layanan mendapatkan “cuan” yang sangat besar. Tiga situs pornografi paling populer di Inggris adalah PornHub, Redtube, dan YouPorn, dan ketiganya dimiliki oleh perusahaan Kanada bernama MindGeek.
Banyak perusahaan-perusahaan penyedia platform video dewasa ini sengaja menyembunyikan identitas mereka. Pemilik utama PornHub, misalnya, diumumkan ke publik sebagai Bernard Bergemar.
Nama Bernard Bergemar muncul dan menjadi sorotan ketika PornHub belum lama ini harus menghapus jutaan video di platform mereka karena adanya Revenge Porn atau pornografi balas dendam. Ini adalah kasus ketika video yang di unggah di PornHub sebenarnya tidak mendapat consent atau persetujuan dari pelakunya.
Namun, Kominfo Inggris itu memutuskan untuk memperluas penelitiannya dengan memasukkan pornografi. Sebab, situs dewasa juga berada di bawah tanggung jawab Ofcom yang tugasnya mengawasi keamanan internet.
Terlepas dari pertumbuhan pornografi online di Inggris, sektor ini tetap diatur dengan regulasi yang terbilang lunak. Padahal, penyedia layanan mendapatkan “cuan” yang sangat besar. Tiga situs pornografi paling populer di Inggris adalah PornHub, Redtube, dan YouPorn, dan ketiganya dimiliki oleh perusahaan Kanada bernama MindGeek.
Banyak perusahaan-perusahaan penyedia platform video dewasa ini sengaja menyembunyikan identitas mereka. Pemilik utama PornHub, misalnya, diumumkan ke publik sebagai Bernard Bergemar.
Nama Bernard Bergemar muncul dan menjadi sorotan ketika PornHub belum lama ini harus menghapus jutaan video di platform mereka karena adanya Revenge Porn atau pornografi balas dendam. Ini adalah kasus ketika video yang di unggah di PornHub sebenarnya tidak mendapat consent atau persetujuan dari pelakunya.
Lihat Juga :