Ubah Foto Monokrom, Oppo Ramaikan Turnamen Wimbledon
Jum'at, 25 Juni 2021 - 07:02 WIB
loading...
Ki-ka : Greg Rusedski, Caroline Issa, Mick Desmond, Kevin Cho (General Manager OPPO UK), Andrew Cotter. FOTO/ DOK SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - OPPO hari ini meluncurkan kampanye Courting the Colour dalam rangka memperingati penyelenggaraan kembali turnamen tenis Wimbledon di London yang sempat dibatalkan pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19.
Dalam kampanye ini, OPPO, yang juga menjadi mitra resmi untuk Wimbledon, telah berkolaborasi dengan Getty Images untuk mengubah foto-foto monokrom yang diambil pada ajang turnamen tenis tempo dulu dan mengubahnya menjadi foto berwarna dengan memanfaatkan teknologi canggih dari OPPO.
BACA JUGA - Penonton Membludak, WHO Yakin Piala Eropa 2020 Lahirkan Varian Baru COVID-19
Dengan keyakinan bahwa teknologi dapat menyampaikan emosi dengan jelas, foto-foto berwarna ini diharapkan dapat menghidupkan kembali momen-momen bersejarah dalam ajang lomba tenis internasional tersebut.
![Ubah Foto Monokrom, Oppo Ramaikan Turnamen Wimbledon]()
Peluncuran kampanye ini dilakukan secara langsung dalam sebuah workshop di London, Inggris, dan juga secara online. Kevin Cho, Managing Director OPPO UK, bersama dengan Commercial & Media Director The All England Lawn Tennis Club - Mick Desmond, , dan panel terkemuka lainnya- termasuk pemain tenis legendaris Greg Rusedski; komentator tenis ternama, Andrew Cotter; dan fashion icon Caroline Issa turut hadir dalam peluncuran kampanye dan pameran ini. Dalam pameran ini, OPPO menampilkan berbagai koleksi foto yang mencerminkan momen-momen luar biasa dalam sejarah tenis yang melibatkan berbagai ras, jenis kelamin, dan fashion. Selain itu, pameran ini juga mempertunjukkan kecanggihan fitur-fitur OPPO Find X3 Pro yang merupakan produk unggulan OPPO tahun ini.
Dengan memanfaatkan teknologi pencitraan dari OPPO, setiap gambar telah diproses sedemikian rupa oleh Getty Images untuk diberikan warna. Koleksi tujuh foto dalam pameran Courting the Color menampilkan Althea Gibson dan Arthur Ashe, atlet Afrika-Amerika pertama yang memenangkan turnamen Wimbledon. Foto kedua sosok legendaris tersebut yang kini hadir dengan warna semakin mencerminkan ketangguhan mereka dalam menghadapi ketidakadilan sosial dan rasisme yang terjadi di masa lalu.
Dalam kampanye ini, OPPO, yang juga menjadi mitra resmi untuk Wimbledon, telah berkolaborasi dengan Getty Images untuk mengubah foto-foto monokrom yang diambil pada ajang turnamen tenis tempo dulu dan mengubahnya menjadi foto berwarna dengan memanfaatkan teknologi canggih dari OPPO.
BACA JUGA - Penonton Membludak, WHO Yakin Piala Eropa 2020 Lahirkan Varian Baru COVID-19
Dengan keyakinan bahwa teknologi dapat menyampaikan emosi dengan jelas, foto-foto berwarna ini diharapkan dapat menghidupkan kembali momen-momen bersejarah dalam ajang lomba tenis internasional tersebut.

Peluncuran kampanye ini dilakukan secara langsung dalam sebuah workshop di London, Inggris, dan juga secara online. Kevin Cho, Managing Director OPPO UK, bersama dengan Commercial & Media Director The All England Lawn Tennis Club - Mick Desmond, , dan panel terkemuka lainnya- termasuk pemain tenis legendaris Greg Rusedski; komentator tenis ternama, Andrew Cotter; dan fashion icon Caroline Issa turut hadir dalam peluncuran kampanye dan pameran ini. Dalam pameran ini, OPPO menampilkan berbagai koleksi foto yang mencerminkan momen-momen luar biasa dalam sejarah tenis yang melibatkan berbagai ras, jenis kelamin, dan fashion. Selain itu, pameran ini juga mempertunjukkan kecanggihan fitur-fitur OPPO Find X3 Pro yang merupakan produk unggulan OPPO tahun ini.
Dengan memanfaatkan teknologi pencitraan dari OPPO, setiap gambar telah diproses sedemikian rupa oleh Getty Images untuk diberikan warna. Koleksi tujuh foto dalam pameran Courting the Color menampilkan Althea Gibson dan Arthur Ashe, atlet Afrika-Amerika pertama yang memenangkan turnamen Wimbledon. Foto kedua sosok legendaris tersebut yang kini hadir dengan warna semakin mencerminkan ketangguhan mereka dalam menghadapi ketidakadilan sosial dan rasisme yang terjadi di masa lalu.
Lihat Juga :