Ilmuwan Telusuri Gen Virus Corona yang Tahun Lalu Diam-diam Dihapus di Wuhan
Kamis, 24 Juni 2021 - 22:31 WIB
loading...
A
A
A
Bloom memperhatikan urutan yang hilang ketika dia menemukan spreadsheet dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada Mei 2020 di jurnal PeerJ di mana penulis mencantumkan 241 urutan genetik SARS-CoV-2 hingga akhir Maret 2020; urutannya adalah bagian dari proyek Universitas Wuhan yang disebut PRJNA612766 dan diduga diunggah ke Arsip Baca Urutan.
Dia mencari database arsip untuk urutan dan mendapat pesan "Tidak ada item yang ditemukan," tulis Bloom di makalah bioRxiv, yang belum ditinjau oleh rekan sejawat.
Penyelidikannya mengungkapkan bahwa urutan yang dihapus telah dikumpulkan oleh Aisu Fu dan Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan. Pracetak penelitian yang diterbitkan dari urutan tersebut menunjukkan bahwa mereka berasal dari sampel usap hidung dari pasien rawat jalan dengan suspek COVID-19 di awal epidemi.
Bloom tidak dapat menemukan penjelasan mengapa urutan gen virus corona dihapus. Emailnya ke kedua penulis terkait untuk menanyakan tidak mendapat tanggapan.
BACA JUGA: Astronom Deteksi Komet Raksasa Sepanjang 130 Kilometer Akan Melintas
Bloom mencatat beberapa keterbatasan pada penelitiannya, terutama bahwa urutannya hanya sebagian dan tidak menyertakan informasi tanggal atau tempat pengumpulan sampelnya.
Terlepas dari itu, Bloom berpikir bahwa melihat lebih dalam pada data yang diarsipkan dari NIH dan organisasi lain dan menyatukan urutannya dapat membantu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang asal dan penyebaran awal SARS-CoV-2 tanpa perlu melakukan studi lapangan di China.
Dia mencari database arsip untuk urutan dan mendapat pesan "Tidak ada item yang ditemukan," tulis Bloom di makalah bioRxiv, yang belum ditinjau oleh rekan sejawat.
Penyelidikannya mengungkapkan bahwa urutan yang dihapus telah dikumpulkan oleh Aisu Fu dan Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan. Pracetak penelitian yang diterbitkan dari urutan tersebut menunjukkan bahwa mereka berasal dari sampel usap hidung dari pasien rawat jalan dengan suspek COVID-19 di awal epidemi.
Bloom tidak dapat menemukan penjelasan mengapa urutan gen virus corona dihapus. Emailnya ke kedua penulis terkait untuk menanyakan tidak mendapat tanggapan.
BACA JUGA: Astronom Deteksi Komet Raksasa Sepanjang 130 Kilometer Akan Melintas
Bloom mencatat beberapa keterbatasan pada penelitiannya, terutama bahwa urutannya hanya sebagian dan tidak menyertakan informasi tanggal atau tempat pengumpulan sampelnya.
Terlepas dari itu, Bloom berpikir bahwa melihat lebih dalam pada data yang diarsipkan dari NIH dan organisasi lain dan menyatukan urutannya dapat membantu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang asal dan penyebaran awal SARS-CoV-2 tanpa perlu melakukan studi lapangan di China.
(ysw)
Lihat Juga :