Waspada, 25.000 Asteroid Berbahaya Diperkirakan Mengancam Bumi
Selasa, 15 Juni 2021 - 07:38 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2013, sebuah asteroid memasuki atmosfer Bumi di atas Chelyabinsk, Rusia. Itu meledak di udara, melepaskan 20 hingga 30 kali lebih banyak energi daripada bom atom pertama.
Ledakan itu memancarkan panas, merusak lebih dari 7.000 bangunan dan melukai lebih dari 1.000 orang. Gelombang kejut memecahkan jendela 58 mil jauhnya. Itu tidak terdeteksi karena asteroid itu datang dari arah dan jalur yang sama dengan matahari.
BACA JUGA: 7 Penyebab Setir Berat dan Cara Mengatasinya
"Dengan mencari NEO yang lebih dekat ke arah Matahari, NEO Surveyor akan membantu para astronom menemukan dampak bahaya yang bisa mendekati Bumi dari langit siang hari," kata Amy Mainzer, peneliti utama NEO Surveyor di University of Arizona dan profesor di University of Arizona. dari Lunar and Planetary Laboratory Arizona, dalam sebuah pernyataan.
"Kami pikir ada sekitar 25.000 NEO yang cukup besar untuk memusnahkan area seperti California Selatan," kata Mainzer. Asteroid dengan diameter sekitar 137 meter dapat menyebabkan kerusakan regional yang parah. "Kami ingin menemukan ini, dan sebanyak mungkin meminimalisir resiko," katanya.
Ledakan itu memancarkan panas, merusak lebih dari 7.000 bangunan dan melukai lebih dari 1.000 orang. Gelombang kejut memecahkan jendela 58 mil jauhnya. Itu tidak terdeteksi karena asteroid itu datang dari arah dan jalur yang sama dengan matahari.
BACA JUGA: 7 Penyebab Setir Berat dan Cara Mengatasinya
"Dengan mencari NEO yang lebih dekat ke arah Matahari, NEO Surveyor akan membantu para astronom menemukan dampak bahaya yang bisa mendekati Bumi dari langit siang hari," kata Amy Mainzer, peneliti utama NEO Surveyor di University of Arizona dan profesor di University of Arizona. dari Lunar and Planetary Laboratory Arizona, dalam sebuah pernyataan.
"Kami pikir ada sekitar 25.000 NEO yang cukup besar untuk memusnahkan area seperti California Selatan," kata Mainzer. Asteroid dengan diameter sekitar 137 meter dapat menyebabkan kerusakan regional yang parah. "Kami ingin menemukan ini, dan sebanyak mungkin meminimalisir resiko," katanya.
Lihat Juga :