NASA Tunjukkan Pakaian Astronot Senilai Rp4,2 T untuk Misi ke Bulan 2024

Rabu, 09 Juni 2021 - 06:11 WIB
loading...
NASA Tunjukkan Pakaian...
NASA menunjukan pakaian antariksa terbaru yang akan digunakan pada misi ke Bulan tahun 2024 mendatang. Foto/CNN
A A A
HOUSTON - NASA menunjukan pakaian antariksa terbaru yang akan digunakan pada misi ke Bulan tahun 2024 mendatang. Untuk membuat pakaian antariksa exploration extravehicular mobility unit (xEMU) tersebut, NASA menginvestasikan US$300 Juta atau setara Rp4,2 triliun.

Dilansir CNN, Selasa (8/6/2021), program NASA berikutnya untuk mengirim wanita pertama dan orang kulit berwarna pertama ke bulan, akan mengenakan pakaian antariksa terbaru. Sebelum pakaian antariksa sampai ke bulan, xEMU akan diuji di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

BACA: Michael Collins, Orang Ketiga Sampai ke Bulan Meninggal Dunia

Wakil Kepala Pengembangan pakaian antariksa xEMU di NASA Richard Rhodes mengatakan, salah satu komponen utama dari pakaian ini adalah pendingin. Pakaian itu terbuat dari tabung yang mengedarkan air di sekitar astronot, mengatur suhu tubuh dan menghilangkan panas berlebih saat mereka menyelesaikan pekerjaan mereka.

Setiap pakaian antariksa memiliki sistem pendukung kehidupan portabel, yang mencakup tangki air untuk pakaian pendingin, sistem pembuangan karbon dioksida dan banyak lagi, menurut NASA. Komponen ini juga mencakup sistem radio dua arah sehingga para astronot dapat berkomunikasi.

Pengembangan pakaian antariksa ini berkaca dari misi Apollo yang terlihat astronot kurang fleksibel dibandingkan yang sekarang.

"Ketika astronot Apollo berjalan di bulan, mereka tidak bisa membungkuk dan mengambil batu," kata astronot NASA Mike Fincke. "Mereka harus memiliki alat khusus kecil dengan pegangan di atasnya."

BACA JUGA: Mobil Bekas Tesla Jadi Mobil Listrik Paling Diburu

Untungnya, pakaian antariksa telah berkembang pesat sejak saat itu dan memiliki struktur yang lebih fleksibel dengan sarung tangan.

"Sarung tangan adalah salah satu bagian paling rumit dari pakaian antariksa, dan seringkali menjadi sumber keluhan terbesar yang dimiliki astronot tentang pakaian mereka, kata Cathleen Lewis, kurator pakaian antariksa di Museum Dirgantara dan Luar Angkasa Nasional Smithsonian Institution.

"Sarung tangan sangat sulit dirancang untuk menjadi pelindung dan ini membatasi ketangkasan astronot untuk melakukan pekerjaan yang berarti," katanya.

BACA JUGA: Google Didenda Rp3,8 Triliun karena Penyalahgunaan Iklan di Prancis

Sarung tangan bertekanan bisa terasa menyempit, terutama setelah berjam-jam bekerja di luar angkasa, katanya. Jari-jari mereka juga menjadi dingin, jadi elemen pemanas perlu dimasukkan ke dalam sarung tangan.

Sebagian besar pelatihan pakaian antariksa astronot dilakukan di kolam di Laboratorium Daya Apung Netral NASA di Houston. Air mensimulasikan perasaan tanpa bobot, yang mirip dengan bagaimana rasanya di luar angkasa.

Selama empat tahun terakhir, NASA telah menginvestasikan lebih dari US$300 juta atau setara Rp4,2 triliun dalam pengembangan xEMU, kata Rhodes. Timnya telah menguji lusinan komponen dan menimbang kelebihan dan kekurangan setiap opsi.

Dia mengatakan tantangan terbesar untuk pakaian Artemis adalah memastikan mereka dioptimalkan untuk eksplorasi bulan. "Pakaian itu harus cukup ringan untuk mendukung misi bulan dan cukup kuat untuk melindungi astronot saat bekerja di lingkungan bulan yang sangat berbahaya," kata Rhodes.

BACA JUGA: Tanah Yerusalem Tunjukkan Fenomena Tak Biasa, Warga Israel Ketakutan

Para astronot dalam misi Artemis perlu memiliki mobilitas lebih sehingga mereka dapat menjelajahi medan kasar bulan. Jadi timnya sedang mengerjakan pakaian yang memungkinkan astronot bisa bergerak tapi sangat kuat untuk melindungi pemakainya.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
China Kembangkan Sistem...
China Kembangkan Sistem Penggerak Gelombang Mikro yang Mampu Matikan Satelit
New Horizons Abadikan...
New Horizons Abadikan Dunia selama 9 Tahun dari Jarak 4,8 Miliar Km dari Bumi
NASA Dikaitkan dengan...
NASA Dikaitkan dengan Rumor Gravitasi Bumi Akan Hilang Tahun Ini
NASA Pastikan Gerhana...
NASA Pastikan Gerhana Matahari Cincin Api Akan Terjadi Bulan Depan
Profil Pratiwi Sudarmono:...
Profil Pratiwi Sudarmono: Astronot Wanita Pertama Asia dari Indonesia yang Juga Guru Besar UI
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Astronot Artemis II: Misi Bersejarah NASA Kelilingi Bulan Setelah 54 Tahun
Sahabat Miliarder Elon...
Sahabat Miliarder Elon Musk Mengambil Alih NASA, Janjikan Ini
Rekomendasi
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
Berita Terkini
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Robot Humanoid Mengemis...
Robot Humanoid Mengemis Meminta Sedekah untuk Mengisi Daya
Superkomputer LineShine...
Superkomputer LineShine China Raih Status Superkomputer Tercepat di Dunia
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Infografis
Jerman Kehabisan Senjata...
Jerman Kehabisan Senjata untuk Dipasok ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved