Piramida Yonaguni Jepang hingga Kini Tak Bisa Dijelaskan Sains
Sabtu, 05 Juni 2021 - 21:04 WIB
loading...
Piramida bawah laut Yonaguni di Jepang. FOTO/ IST
A
A
A
TOKYO - Yonaguni bangunan bawah laut yang menimbulkan banyak perdebatan. Piramida Yonaguni yang berada di bawah laut Jepang yang menyimpan misterinya yang belum terpecahkan.
Ditemukan pada tahun 1986 oleh instruktur diving bernama Kihachiro Aratake, hingga saat ini para ahli masih meneliti apakah piramida ini terbentuk secara alami atau buatan manusia.
Formasi Piramida Yonaguni berbentuk persegi panjang dengan sudut 90 derajat dengan dinding lurus dan bertingkat.
BACA JUGA - Space X Bawa 5 Ribu Cumi-Cumi ke Stasiun Luar Angkasa
Banyak peneliti berpendapat bahwa Piramida Yonaguni dibangun ketika daerah tersebut berada di atas permukaan laut sekira 10 ribu tahun yang lalu. Namun tidak semuanya berpendapat sama.
Masaaki Kimura, seorang ahli geologi kelautan di Universitas Ryukyus di Jepang telah menyelam lebih dari 100 kali ke situs ini selama 20 tahun terakhir hanya untuk mengukur formasinya. Ia yakin bahwa ini adalah sisa-sisa sebuah kota yang tenggelam akibat gempa bumi.
Masaaki Kimura mengidentifikasi 10 struktur Yonaguni dan lima struktur terkait di pulau utama kinawa, dengan reruntuhan mencakup area seluas 300 meter x 150 meter.
“Saya pikir sangat sulit untuk menjelaskan asal-usul mereka sebagai hal yang alami, karena sejumlah besar bukti pengaruh manusia ada pada struktur,” ujar Kimura dikutip The Sun, Sabtu (5/6 /2021).
Ditemukan pada tahun 1986 oleh instruktur diving bernama Kihachiro Aratake, hingga saat ini para ahli masih meneliti apakah piramida ini terbentuk secara alami atau buatan manusia.
Formasi Piramida Yonaguni berbentuk persegi panjang dengan sudut 90 derajat dengan dinding lurus dan bertingkat.
BACA JUGA - Space X Bawa 5 Ribu Cumi-Cumi ke Stasiun Luar Angkasa
Banyak peneliti berpendapat bahwa Piramida Yonaguni dibangun ketika daerah tersebut berada di atas permukaan laut sekira 10 ribu tahun yang lalu. Namun tidak semuanya berpendapat sama.
Masaaki Kimura, seorang ahli geologi kelautan di Universitas Ryukyus di Jepang telah menyelam lebih dari 100 kali ke situs ini selama 20 tahun terakhir hanya untuk mengukur formasinya. Ia yakin bahwa ini adalah sisa-sisa sebuah kota yang tenggelam akibat gempa bumi.
Masaaki Kimura mengidentifikasi 10 struktur Yonaguni dan lima struktur terkait di pulau utama kinawa, dengan reruntuhan mencakup area seluas 300 meter x 150 meter.
“Saya pikir sangat sulit untuk menjelaskan asal-usul mereka sebagai hal yang alami, karena sejumlah besar bukti pengaruh manusia ada pada struktur,” ujar Kimura dikutip The Sun, Sabtu (5/6 /2021).
Lihat Juga :