Ilmuwan Belanda Latih Lebah untuk Perangi Covid-19
Senin, 24 Mei 2021 - 06:02 WIB
loading...
ilustrasi Ilmuwan Belanda melatih lebah untuk deteksi Covid-19. FOTO/ IST
A
A
A
AMSTERDAM - Baru-baru ini ilmuwan Belanda melatih lebah untuk mendeteksi virus Covid-19 melalui uji cepat, seperti bahan untuk tes polymerase chain reaction (PCR).
Peneliti teknologi serangga yang baru-baru ini memulai InsectSense bekerja sama dengan Universitas Wageningen di Belanda, mengumumkan bahwa mereka telah melatih lebih dari 150 lebah untuk mengidentifikasi sampel yang mengandung virus Covid-19 berdasarkan bau. Dalam percobaan, kelompok lebah diberi larutan air gula setiap kali bersentuhan dengan sampel yang terinfeksi.
BACA JUGA - Tidak Ada Gempa, Gedung Pencakar langit di China Goyang-Goyang
Karena kepekaan lebah terhadap bau, serangga khusus dapat dilatih hanya dalam beberapa menit untuk mendeteksi zat yang mudah menguap dan bau, kemudian mengaitkan larutan dengan sampel positif. Para ilmuwan mencatat bahwa latihan tersebut menunjukkan hasil yang sangat positif.
Menurut siaran persnya, InsectSense telah mengembangkan mesin prototipe yang dapat melatih lebah untuk mendeteksi virus, dan diharapkan dapat digunakan di negara-negara berpenghasilan rendah.
Peneliti teknologi serangga yang baru-baru ini memulai InsectSense bekerja sama dengan Universitas Wageningen di Belanda, mengumumkan bahwa mereka telah melatih lebih dari 150 lebah untuk mengidentifikasi sampel yang mengandung virus Covid-19 berdasarkan bau. Dalam percobaan, kelompok lebah diberi larutan air gula setiap kali bersentuhan dengan sampel yang terinfeksi.
BACA JUGA - Tidak Ada Gempa, Gedung Pencakar langit di China Goyang-Goyang
Karena kepekaan lebah terhadap bau, serangga khusus dapat dilatih hanya dalam beberapa menit untuk mendeteksi zat yang mudah menguap dan bau, kemudian mengaitkan larutan dengan sampel positif. Para ilmuwan mencatat bahwa latihan tersebut menunjukkan hasil yang sangat positif.
Menurut siaran persnya, InsectSense telah mengembangkan mesin prototipe yang dapat melatih lebah untuk mendeteksi virus, dan diharapkan dapat digunakan di negara-negara berpenghasilan rendah.
Lihat Juga :