Surat Einstein Ini Dapat Bantu Ilmuwan Pecahkan Misteri Alam Semesta

Jum'at, 21 Mei 2021 - 00:08 WIB
loading...
Surat Einstein Ini Dapat...
Albert Einstein. Foto/dok
A A A
MELBOURNE - Albert Eisntein membuat prediksi yang luar biasa dalam surat yang telah lama hilang yang ditulisnya lebih dari 70 tahun yang lalu. Surat tersebut dapat membantu para ilmuwan memecahkan salah satu misteri terbesar alam semestas saat ini.

Fisikawan teoretis kelahiran Jerman ini paling terkenal dengan teori relativitasnya dan kontribusinya yang penting bagi perkembangan teori mekanika kuantum.

BACA: 10 Temuan Jenius yang Disesali Sang Penemunya hingga Kini

Secara luas dianggap sebagai salah satu pemikir terbesar sepanjang masa, kedua gagasan ini membentuk pilar fisika modern dan masih digunakan sampai sekarang.

Tetapi sebuah surat Einstein terhadap peneliti radar Glyn Davys bisa mengungkap sebuah misteri alam semesta. Surat Einstein dari tahun 1949 baru-baru ini dibagikan kepada para peneliti Australia oleh Judith Davys, yang menceritakan tentang prediksinya bahwa indera super hewan akan ditemukan.

Dalam korespondensi dengan peneliti radar Glyn Davys, pemenang Hadiah Nobel merenungkan bahwa suatu hari suatu terobosan mungkin akan muncul dari studi migrasi burung.

Surat Einstein Ini Dapat Bantu Ilmuwan Pecahkan Misteri Alam Semesta


Surat itu berbunyi: "Dear Sir: Saya sangat mengenal penyelidikan mengagumkan Tuan v. Frisch.

“Tapi saya tidak melihat kemungkinan untuk memanfaatkan hasil-hasil itu dalam penyelidikan tentang dasar fisika.

"Ini hanya bisa terjadi jika jenis baru dari persepsi sensorik, masing-masing rangsangannya, akan terungkap melalui perilaku lebah.

"Mungkin penyelidikan tingkah laku migrasi burung dan merpati pos suatu saat nanti akan mengarah pada pemahaman tentang beberapa proses fisik yang belum diketahui."

Konsep seperti itu masih dieksplorasi hingga hari ini. Para peneliti mengeksplorasi bagaimana burung yang bermigrasi dapat secara tepat menavigasi saat terbang ribuan mil.

BACA JUGA: Porsche Siap Ikut Seri Balapan LMDh Pakai Teknologi Multimatic

Tetapi pada tahun 2008, para ahli memasang alat dengan pemancar radio. Ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa burung memiliki bentuk kompas magnet yang membantu mereka menyesuaikan diri, seperti yang diramalkan Einstein .

Surat itu baru-baru ini disumbangkan ke Universitas Ibrani Yerusalem, di mana surat itu menarik minat para peneliti.

Sebuah studi baru yang dipimpin oleh Adrian Dyer dari RMIT University di Melbourne, Australia, membahas bagaimana penemuan burung migran baru-baru ini mendukung pemikiran Einstein 72 tahun yang lalu.

"Tujuh dekade setelah Einstein mengusulkan fisika baru mungkin datang dari persepsi sensorik hewan, kita melihat penemuan yang mendorong pemahaman kita tentang navigasi dan prinsip-prinsip dasar fisika," kata Dyer.

Penulis makalah dan fisikawan teoretis Andrew Greentree menambahkan, jelas melalui tulisannya bahwa Einstein membayangkan penemuan baru bisa datang dari mempelajari perilaku hewan.

Surat itu juga mengisyaratkan pertemuan Einstein dengan Profesor Karl von Frisch, yang merupakan peneliti lebah dan sensor hewan terkemuka saat itu.

BACA JUGA: Microsoft Resmi Suntik Mati Windows 10X

Pada bulan April 1949, Prof von Frisch memberikan ceramah tentang bagaimana lebah madu dapat bernavigasi dengan menggunakan pola polarisasi cahaya yang tersebar dari langit. Konon saat itu Einstein hadir di ceramah tersebut.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Google Berniat Lepaskan...
Google Berniat Lepaskan 32 Juta Nyamuk Jantan Steril di AS
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
AI Bisa Memperpanjang...
AI Bisa Memperpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Rekomendasi
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Infografis
Bantu Ekosistem Lingkungan,...
Bantu Ekosistem Lingkungan, Ini Peran Burung Kolibri untuk Alam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved