StartUp Jogja Siap Adu Kreatif di Ajang Kebun Inovasi
Sabtu, 08 Mei 2021 - 18:34 WIB
loading...
A
A
A
Kebun Inovasi sendiri, selain bertujuan untuk menumbuhkan inovasi dan mewujudkan SDM unggul, juga sebagai bentuk program unggulan pengembangan inovasi di Yogyakarta sekaligus realisasi amanah rencana aksi yang tertuang dalam Jogja Smart Province sesuai dengan Peraturan Gubernur DIY No 46 Tahun 2019.
Rony melihat bahwa di Yogyakarta sendiri banyak SDM yang diserap oleh perusahaan-perusahaan dibidang IT seperti pengembang aplikasi digital, e-commerce ataupun marketplace sampai game developer, baik itu perusahaan nasional maupun internasional.
“Keberadaan perusahan-perusahaan tersebut juga banyak ditemui di Yogyakarta. Tak ketinggalan, tahun-tahun belakangan ini juga banyak kita jumpai working space yang selalu penuh dengan kegiatan para anak muda,” ujar Rony.
Sehingga Rony menegaskan, secara kualitas dan kuantitas SDM dibidang IT di Yogyakarta, potensinya sangat luar biasa. Oleh karena itu yang dibutuhkan kemudian menurut Rony adalah bagaimana para penggiat IT tersebut jeli dalam memanfaatkan peluang, terlebih di masa pandemi saat ini, dimana transformasi digital justru semakin terakselerasi.
“Situasi pandemi saat ini memacu para penggiat IT untuk semakin berinovasi, Sehingga lewat Kebun Inovasi, kami berupaya menghadirkan peluang tersebut sekaligus memberikan kesempatan untuk berinovasi menghadirkan solusi bagi kami untuk dapat memberikan pelayanan bagi masyarakat lebih cepat, tepat, efektif dan efisien lagi,” ujar Rony.
Acara ini dapat diikuti oleh semua lapisan masyarakat komunitas, mahasiswa, pelajar, masyarakat umum yang berkomitmen untuk bersama memiliki semangat membangun layanan publik dan pemerintahan menjadi lebih baik. Peserta terdiri dari beberapa tim dimana setiap tim minimal beranggotakan 3 orang dan maksimal 5 orang. Inovasi yang dikompetisikan adalah ide kreatif terkait layanan digital yang nantinya hak cipta hasil inovasi menjadi hak milik Pemda DIY, dengan peluang pelibatan inovator dalam proses implementasinya.
Rony melihat bahwa di Yogyakarta sendiri banyak SDM yang diserap oleh perusahaan-perusahaan dibidang IT seperti pengembang aplikasi digital, e-commerce ataupun marketplace sampai game developer, baik itu perusahaan nasional maupun internasional.
“Keberadaan perusahan-perusahaan tersebut juga banyak ditemui di Yogyakarta. Tak ketinggalan, tahun-tahun belakangan ini juga banyak kita jumpai working space yang selalu penuh dengan kegiatan para anak muda,” ujar Rony.
Sehingga Rony menegaskan, secara kualitas dan kuantitas SDM dibidang IT di Yogyakarta, potensinya sangat luar biasa. Oleh karena itu yang dibutuhkan kemudian menurut Rony adalah bagaimana para penggiat IT tersebut jeli dalam memanfaatkan peluang, terlebih di masa pandemi saat ini, dimana transformasi digital justru semakin terakselerasi.
“Situasi pandemi saat ini memacu para penggiat IT untuk semakin berinovasi, Sehingga lewat Kebun Inovasi, kami berupaya menghadirkan peluang tersebut sekaligus memberikan kesempatan untuk berinovasi menghadirkan solusi bagi kami untuk dapat memberikan pelayanan bagi masyarakat lebih cepat, tepat, efektif dan efisien lagi,” ujar Rony.
Acara ini dapat diikuti oleh semua lapisan masyarakat komunitas, mahasiswa, pelajar, masyarakat umum yang berkomitmen untuk bersama memiliki semangat membangun layanan publik dan pemerintahan menjadi lebih baik. Peserta terdiri dari beberapa tim dimana setiap tim minimal beranggotakan 3 orang dan maksimal 5 orang. Inovasi yang dikompetisikan adalah ide kreatif terkait layanan digital yang nantinya hak cipta hasil inovasi menjadi hak milik Pemda DIY, dengan peluang pelibatan inovator dalam proses implementasinya.
Lihat Juga :