Peneliti Kembangkan Smartwatch yang Bisa Deteksi Covid-19 Lewat Keringat
Selasa, 27 April 2021 - 13:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : Harga Lelang Mitsubishi Lancer Evolution VI Tommi Makinen Tembus Rp1,5 Miliar
Sensor tersebut berisi dua elektroda, dilapisi dengan antibodi yang mengikat kedua protein, suatu proses yang mengubah arus listrik yang menuju ke reader.
Reader itu kemudian akan mentransfer data secara nirkabel ke aplikasi smartphone yang mengubah pengukuran listrik menjadi konsentrasi protein. Setelah beberapa menit, keringat lama berdifusi, dan keringat yang baru keluar masuk ke strip untuk dianalisis.
Untuk sensor sitokin baru mereka, yang dikenal sebagai SWEATSENSER Dx, para peneliti membuat strip sensor dengan antibodi terhadap tujuh protein pro-inflamasi.
SWEATSENSER Dx cukup sensitif untuk mengukur sitokin pada pasien yang memakai obat anti-inflamasi, yang mengeluarkan jauh lebih sedikit bahan kimia. Perangkat melacak level sitokin hingga 168 jam sebelum strip sensor perlu diganti.
Sensor tersebut berisi dua elektroda, dilapisi dengan antibodi yang mengikat kedua protein, suatu proses yang mengubah arus listrik yang menuju ke reader.
Reader itu kemudian akan mentransfer data secara nirkabel ke aplikasi smartphone yang mengubah pengukuran listrik menjadi konsentrasi protein. Setelah beberapa menit, keringat lama berdifusi, dan keringat yang baru keluar masuk ke strip untuk dianalisis.
Untuk sensor sitokin baru mereka, yang dikenal sebagai SWEATSENSER Dx, para peneliti membuat strip sensor dengan antibodi terhadap tujuh protein pro-inflamasi.
SWEATSENSER Dx cukup sensitif untuk mengukur sitokin pada pasien yang memakai obat anti-inflamasi, yang mengeluarkan jauh lebih sedikit bahan kimia. Perangkat melacak level sitokin hingga 168 jam sebelum strip sensor perlu diganti.
(wsb)
Lihat Juga :