Rencana Meredupkan Matahari, Ilmuwan Ajukan Anggaran Penelitian US$100 Juta

Selasa, 20 April 2021 - 13:05 WIB
loading...
Rencana Meredupkan Matahari,...
Foto/dok
A A A
JAKARTA - AS akan membuat program penelitian bernilai ratusan juta dolar untuk melakukan rekayasa dengan meredupkan sinar matahari . Dalam sebuah laporan, mereka mengajukan pendanaan sebesar $ 100 juta hingga $ 200 juta selama lima tahun.

Anggaran sebesar untuk mengetahui kelayakan intervensi untuk meredupkan matahari, resiko konsekuensi berbahaya yang tidak diinginkan dan bagaimana teknologi tersebut dapat diatur dengan cara yang etis.

BACA: Suhu Global Naik Satu Derajat, 50% Penduduk Bumi Terancam Mengungsi

Kendati begitu, National Academies of Sciences (NAS) mengatakan pengurangan emisi bahan bakar fosil tetap menjadi tindakan paling mendesak dan penting untuk mengatasi krisis iklim . Namun, lambannya sejumlah negara mengatasi perubahan iklim membuat beberapa ilmuwan menawarkan opsi lain untuk mengatasinya.

“Mengingat urgensi krisis iklim, rekayasa geo surya perlu dipelajari lebih lanjut,” kata Prof Marcia McNutt, presiden akademi tersebut seperti dikutip The Guardian.

McNutt mengatakan, seperti halnya kemajuan di bidang kecerdasan buatan atau rekayasa genetika, sains juga perlu melibatkan publik untuk bertanya, haruskah kita melakukan peredupan sinar matahari atau rekayasa geo surya?

“Program penelitian geoengineering surya AS harus membantu masyarakat membuat keputusan yang lebih tepat,” kata Prof Chris Field dari Universitas Stanford, yang merupakan ketua komite yang menulis laporan tersebut.

Investasi awal untuk program penelitian rekayasa geo surya ini berada dalam kisaran total $ 100-200 juta selama lima tahun. Dikatakannya, program tersebut akan menjadi bagian kecil dari anggaran AS untuk penelitian perubahan iklim .

Field begitu ambisius sehingga berpendapat bahwa rekayasa geo surya tidak boleh dipertimbangkan lebih lanjut, atau menyimpulkan bahwa hal itu memerlukan upaya tambahan.

BACA JUGA: Permukaan Laut Naik Drastis, Pesisir Jakarta Paling Terancam di Asia

Sementara itu, Silvia Ribeiro, direktur grup kampanye ETC Amerika Latin berpendapat rekayasa geo surya terlalu beresiko dan tidak berpengaruh terhadap perubahan iklim.

“Solar geoengineering adalah proposal teknologi yang sangat berisiko dan tidak adil. Laporan yang meminta lebih banyak penelitian tentang teknologi yang tidak kita inginkan pada dasarnya cacat,” kata Silvia Ribeiro.

Laporan yang meminta lebih banyak penelitian tentang teknologi yang tidak kita inginkan pada dasarnya cacat.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Klaim Sinar...
Ilmuwan Klaim Sinar dalam Tubuh Manusia Menghilang ketika Sudah Mati
Ahli Bedah China Pindahkan...
Ahli Bedah China Pindahkan Telinga Wanita ke Kaki selama 5 Bulan
WMO: Kawasan Arab Menghangat...
WMO: Kawasan Arab Menghangat Dua Kali Lebih Cepat dari Rata-Rata Global
Hewan Semakin Menderita...
Hewan Semakin Menderita seperti Manusia Akibat Degradasi Lingkungan
Temuan OECD: Sampah...
Temuan OECD: Sampah Plastik Asia Meningkat 70% pada Tahun 2050
Gelombang Panas Ekstrem...
Gelombang Panas Ekstrem Picu Darurat Iklim Global
Piala Dunia 2026 dan...
Piala Dunia 2026 dan Bayang-bayang Jet Pribadi Infantino
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rekomendasi
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 79-80: Rencana Dipa Bungkam Danang Gagal Total
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
David dan Victoria Beckham...
David dan Victoria Beckham Kirim Sinyal Damai untuk Brooklyn di Hari Ayah
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
Bencana Iklim Akan Membuat...
Bencana Iklim Akan Membuat 100 Juta Penduduk Jadi Miskin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved