Pergeseran Transaksi Digital Picu Lonjakan Pembayaran Real-Time Global 41%
Sabtu, 10 April 2021 - 22:48 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka juga memberikan likuiditas real-time ke perusahaan-perusahaan yang harus beradaptasi dengan disrupsi pada rantai pasokan," ujar Jeremy Wilmot.
"Pembayaran real-time masih berada pada fase awal di seluruh dunia, dan sebagian besar masih digunakan untuk pembayaran P2P di banyak negara,” kata Samuel Murrant, Lead Analyst, Payments, GlobalData.
Walau begitu, sambung dia, pandemik ini telah memberikan peluang untuk mengakselerasi pertumbuhan instrumen-instrumen tersebut. Ketika konsumen terbiasa dengan kecepatan penyelesaian pembayaran P2P secara real-time, mereka secara alami akan beralih menggunakannya untuk e-commerce, oleh karena pembayaran online menggunakan kartu masih terbilang lebih lambat dan kurang nyaman.
Dari sana, kata dia, ada potensi untuk merambah pembayaran di toko juga, begitu nanti cukup banyak konsumen yang mengenali merek-merek pembayaran real-time, dan basis penggunanya cukup tinggi untuk menghasilkan value yang memadai bagi merchant.
Dalam laporan disebutkan, jumlah total transaksi real-time pada 2020 adalah USD70,3 miliar, naik 41% dari 50,0 miliar pada 2019. Sedangkan India berada di puncak dengan 25,5 miliar transaksi pembayaran real-time; diikuti China (15,7 miliar transaksi); Korea Selatan di urutan ketiga (6 miliar transaksi); Thailand di posisi keempat (5,2 miliar transaksi); dan Inggris di tempat kelima (2,8 miliar transaksi).
"Pembayaran real-time masih berada pada fase awal di seluruh dunia, dan sebagian besar masih digunakan untuk pembayaran P2P di banyak negara,” kata Samuel Murrant, Lead Analyst, Payments, GlobalData.
Walau begitu, sambung dia, pandemik ini telah memberikan peluang untuk mengakselerasi pertumbuhan instrumen-instrumen tersebut. Ketika konsumen terbiasa dengan kecepatan penyelesaian pembayaran P2P secara real-time, mereka secara alami akan beralih menggunakannya untuk e-commerce, oleh karena pembayaran online menggunakan kartu masih terbilang lebih lambat dan kurang nyaman.
Dari sana, kata dia, ada potensi untuk merambah pembayaran di toko juga, begitu nanti cukup banyak konsumen yang mengenali merek-merek pembayaran real-time, dan basis penggunanya cukup tinggi untuk menghasilkan value yang memadai bagi merchant.
Dalam laporan disebutkan, jumlah total transaksi real-time pada 2020 adalah USD70,3 miliar, naik 41% dari 50,0 miliar pada 2019. Sedangkan India berada di puncak dengan 25,5 miliar transaksi pembayaran real-time; diikuti China (15,7 miliar transaksi); Korea Selatan di urutan ketiga (6 miliar transaksi); Thailand di posisi keempat (5,2 miliar transaksi); dan Inggris di tempat kelima (2,8 miliar transaksi).
(wbs)
Lihat Juga :