Bumi Hampir Kehilangan Semua Oksigennya 2,3 Miliar Tahun lalu

Jum'at, 09 April 2021 - 09:00 WIB
loading...
A A A
Bekker dan rekan penelitinya telah lama mempelajari kemunculan dan hilangnya sinyal isotop belerang ini. Mereka dan peneliti lain telah memerhatikan bahwa naik turunnya oksigen di atmosfer tampaknya mengikuti tiga glasiasi global yang terjadi antara 2,5 miliar dan 2,2 miliar tahun lalu. Namun anehnya, glasiasi keempat dan terakhir dalam periode itu tidak terkait dengan perubahan kadar oksigen di atmosfer.

Para peneliti bingung. "Mengapa kita memiliki empat peristiwa glasial, dan tiga di antaranya dapat dihubungkan dan dijelaskan melalui variasi oksigen atmosfer, tetapi yang keempat berdiri sendiri-sendiri?" ujarnya.

Untuk mengetahuinya, para peneliti mempelajari batuan yang lebih muda dari Afrika Selatan. Batuan laut ini menutupi bagian akhir dari Peristiwa Oksidasi Besar, setelah glasiasi ketiga hingga sekitar 2,2 miliar tahun lalu.

Mereka menemukan setelah peristiwa glasiasi ketiga, atmosfer pada awalnya bebas oksigen, kemudian oksigen naik dan turun lagi. Oksigen naik lagi 2,32 miliar tahun lalu -titik di mana para ilmuwan sebelumnya mengira kenaikan itu permanen. Namun di bebatuan yang lebih muda, Bekker dan rekan-rekannya kembali mendeteksi penurunan kadar oksigen.

Penurunan ini bertepatan dengan glasiasi terakhir, yang sebelumnya tidak terkait dengan perubahan atmosfer. "Oksigen di atmosfer selama waktu awal ini sangat tidak stabil dan naik ke tingkat yang relatif tinggi dan turun ke tingkat yang sangat rendah," tandas Bekker. "Itu adalah sesuatu yang tidak kami harapkan sampai mungkin 4 atau 5 tahun terakhir (penelitian)."

Cyanobacteria vs gunung berapi

Para peneliti masih mencari tahu apa yang menyebabkan semua fluktuasi ini, tapi mereka punya beberapa ide. Salah satu faktor kuncinya adalah metana, gas rumah kaca yang lebih efisien dalam memerangkap panas daripada karbon dioksida.

Saat ini, metana memainkan peran kecil dalam pemanasan global dibandingkan dengan karbon dioksida. Karena metana bereaksi dengan oksigen dan menghilang dari atmosfer dalam waktu sekitar satu dekade, di mana karbon dioksida bertahan selama ratusan tahun. Tetapi ketika hanya ada sedikit atau tidak ada oksigen di atmosfer, metana bertahan lebih lama dan bertindak sebagai gas rumah kaca yang lebih penting.

Jadi urutan oksigenasi dan perubahan iklim mungkin berjalan seperti ini, Cyanobacteria mulai memproduksi oksigen, yang bereaksi dengan metana di atmosfer pada saat itu, hanya menyisakan karbon dioksida. Karbondioksida ini tidak cukup melimpah untuk menutupi efek pemanasan dari metana yang hilang, jadi planet ini mulai mendingin. Gletser mengembang dan permukaan planet menjadi sedingin es dan dingin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
WMO: Kawasan Arab Menghangat...
WMO: Kawasan Arab Menghangat Dua Kali Lebih Cepat dari Rata-Rata Global
Temuan OECD: Sampah...
Temuan OECD: Sampah Plastik Asia Meningkat 70% pada Tahun 2050
NASA Sebut Oksigen di...
NASA Sebut Oksigen di Bumi Akan Habis Lebih Cepat dari yang Diperkirakan
Oksigen di Bumi Menurun...
Oksigen di Bumi Menurun Ekstrem, Ilmuwan: Isi Dunia Bakal seperti Ini
PBB Umumkan Banyak Daratan...
PBB Umumkan Banyak Daratan yang Akan Hilang pada 2029
Hujan Deras Guyur Bogor...
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rekomendasi
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Sarwendah Ungkap Alasan...
Sarwendah Ungkap Alasan Pindah Rumah, Didatangi Debt Collector hingga Ancaman Dilelang
Berita Terkini
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Infografis
Dari Pengguna di Bawah...
Dari Pengguna di Bawah 18 Tahun Medsos Raup Iklan USD11 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved