WHO Tegaskan Asal Virus Corona dari Pasar Hewan, Bukan Laboratorium

Rabu, 31 Maret 2021 - 21:25 WIB
loading...
A A A
Kemungkinan lain adalah wabah terjadi di peternakan yang menyediakan hewan ke pasar, saran Holmes. Beberapa hewan yang terinfeksi -dengan variasi SARS-CoV-2 yang sedikit berbeda- mungkin kemudian dijual di pasar di Wuhan, memicu banyak infeksi pada manusia.

Banyak hewan dijual di pasar Huanan. Catatan Desember 2019 mencantumkan unggas, luak, kelinci, salamander raksasa, dua jenis buaya, dan banyak lagi. Pejabat China mengatakan pasar tidak menjual mamalia hidup atau satwa liar ilegal. Tetapi merujuk pada laporan media yang tidak diverifikasi, bersama dengan foto yang diterbitkan Holmes setelah perjalanan ke sana pada 2014, hewan seperti rakun dan anjing hidup juga ikut dijual.

Peneliti China mengumpulkan hampir 1.000 sampel dari pasar Huanan pada awal 2020, pintu swab, tempat sampah, toilet, kios yang menjual sayuran dan hewan, kucing liar, dan tikus. Mayoritas yang dinyatakan positif berasal dari warung yang menjual makanan laut, ternak, dan unggas. Para peneliti juga mengambil sampel dari 188 hewan dari 18 spesies di pasar, yang semuanya dinyatakan negatif.

Tetapi hewan-hewan ini tidak mewakili semua yang dijual di pasar, catat anggota tim WHO Peter Daszak, Presiden organisasi penelitian nonprofit, Ecohealth Alliance di New York City. "Seribu sampel adalah awal yang baik, tapi masih banyak yang harus dilakukan," katanya.

Dia menunjukkan bahwa para peneliti melacak hewan ternak di pasar kembali ke tiga provinsi di China di mana trenggiling dan kelelawar yang membawa virus Corona yang mirip dengan SARS-CoV-2 telah ditemukan. Meskipun virus trenggiling dan kelelawar terbukti terlalu jauh untuk menjadi nenek moyang langsung SARS-CoV-2, Daszak mengatakan, hewan tersebut mungkin memberikan petunjuk bahwa wabah di antara hewan dimulai di tempat-tempat itu.

Pasar atau Lab?
Laporan WHO juga menyimpulkan sangat tidak mungkin virus Corona lolos dari laboratorium di Institut Virologi Wuhan. Sebagian besar ilmuwan mengatakan bukti sangat mendukung penyebaran SARS-CoV-2 dari hewan ke manusia, tetapi beberapa telah mendukung gagasan bahwa virus itu sengaja atau tidak sengaja bocor dari laboratorium.

Ketika penulis laporan mengunjungi institut tersebut, para ilmuwannya memberi tahu mereka bahwa tidak ada seorang pun di laboratorium yang memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2, mengesampingkan anggapan bahwa seseorang di sana telah terinfeksi dalam sebuah percobaan, dan telah menyebarkannya kepada orang lain.

Para peneliti Wuhan juga mengatakan mereka tidak memelihara jenis virus hidup yang mirip dengan SARS-CoV-2. Dan dalam diskusi mereka dengan tim investigasi, mereka menunjukkan makalah Nature Medicine1 yang menunjukkan bahwa virus serupa ada pada hewan di China, bukan di laboratorium mereka.

Lebih lanjut mereka menjelaskan, setiap orang di lab memiliki pelatihan keselamatan dan evaluasi psikologis, serta kesehatan fisik dan mental mereka terus dipantau. “Kami diizinkan untuk mengajukan pertanyaan apa pun yang kami inginkan, dan kami mendapat jawaban,” kata Daszak, yang bekerja sama dengan para peneliti di institut Wuhan.

“Satu-satunya bukti yang dimiliki orang tentang kebocoran laboratorium adalah bahwa ada laboratorium di Wuhan,” tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Desak WHO Selidiki...
China Desak WHO Selidiki Teori Kebocoran Covid-19 Berdasarkan Sains
Pandemi Berjalan 3 Tahun,...
Pandemi Berjalan 3 Tahun, WHO Gagal Ungkap Asal Usul Covid-19
China Larang Ilmuwan...
China Larang Ilmuwan WHO Selidiki Peternakan dan Gua di Wuhan
Laporan Ilmiah Berisi...
Laporan Ilmiah Berisi Modifikasi Virus Corona Laboratorium Wuhan
Varian Delta Jebol Wuhan,...
Varian Delta Jebol Wuhan, Warga Diminta Tes Ulang COVID-19
COVID-19 Mendunia, AS...
COVID-19 Mendunia, AS Sebut Kepala Laboratorium Wuhan Kirim Email ke Semua Ilmuwan
Rusia Ungkap Lebih Banyak...
Rusia Ungkap Lebih Banyak Bukti Biolab AS di Ukraina, Kali Ini Terkait HIV/AIDS
Dr Andrew Huff: AS Danai...
Dr Andrew Huff: AS Danai Laboratorium China untuk Operasi Intelijen
Ilmuwan Laboratorium...
Ilmuwan Laboratorium Wuhan Sebut Covid-19 Virus Buatan Manusia yang Didanai AS
Rekomendasi
Syah Afandin Dinonaktifkan...
Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut usai Kena OTT KPK
DPR Soroti Penggunaan...
DPR Soroti Penggunaan Helikopter KPU, Harap Bisa Dapat Sanksi Tegas
Swiss Unggul 1-0 atas...
Swiss Unggul 1-0 atas Aljazair di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Sekolah untuk Robot...
Sekolah untuk Robot Humanoid Resmi Dibuka, Ini Pelajarannya
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Infografis
Bisa Mematikan Manusia,...
Bisa Mematikan Manusia, Virus Baru dari Kelelawar Ditemukan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved