Wow, Manusia Purba Neanderthal Gunakan Tusuk Gigi Sejak 46.000 Tahun Lalu
Selasa, 30 Maret 2021 - 07:59 WIB
loading...
Rekonstruksi seorang pria Neanderthal. Foto/Museum Neanderthal
A
A
A
JAKARTA - Manusia purba Neanderthal, sepupu evolusi manusia modern , sudah menggunakan tusuk gigi hampir 46.000 tahun yang lalu. Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian baru tentang gigi mereka. Baca juga: Pembalikan Kutub Magnet Bumi Picu Kematian Manusia Purba Neanderthal
Tim peneliti, yang dipimpin Dr Wioletta Nowaczewska dari Universitas Wrocaw, memeriksa dua gigi hominin yang berusia 46.000 tahun (zaman Pleistosen). Gigi -gigi premolar atas dan gigi molar bawah- ditemukan pada tahun 2010 dalam penelitian lapangan di Gua Stajnia di Polandia.
Mereka ditemukan dalam dua lapisan yang berisi artefak batu api dari tradisi Micoquian. “Gigi-gigi ini, bersama dengan tiga gigi geraham permanen yang dikaitkan dengan Neanderthal, meningkatkan sampel spesimen fosil manusia dari situs ini menjadi lima,” ungkap Dr Nowaczewska, seperti dikutip laman sci-news.com.
Para peneliti menganalisis morfologi gigi dan DNA mitokondria yang diambil darinya. “Dalam kasus gigi molar bawah, seseorang dapat melihat struktur yang rumit: sejumlah besar tuberkel,” ujarnya.
“Di bagian depan mahkota juga ada karakteristik depresi dan pembentukan enamel.
Tim peneliti, yang dipimpin Dr Wioletta Nowaczewska dari Universitas Wrocaw, memeriksa dua gigi hominin yang berusia 46.000 tahun (zaman Pleistosen). Gigi -gigi premolar atas dan gigi molar bawah- ditemukan pada tahun 2010 dalam penelitian lapangan di Gua Stajnia di Polandia.
Mereka ditemukan dalam dua lapisan yang berisi artefak batu api dari tradisi Micoquian. “Gigi-gigi ini, bersama dengan tiga gigi geraham permanen yang dikaitkan dengan Neanderthal, meningkatkan sampel spesimen fosil manusia dari situs ini menjadi lima,” ungkap Dr Nowaczewska, seperti dikutip laman sci-news.com.
Para peneliti menganalisis morfologi gigi dan DNA mitokondria yang diambil darinya. “Dalam kasus gigi molar bawah, seseorang dapat melihat struktur yang rumit: sejumlah besar tuberkel,” ujarnya.
“Di bagian depan mahkota juga ada karakteristik depresi dan pembentukan enamel.
Lihat Juga :