Aplikasi Laut Nusantara Dorong Produktivitas Nelayan Belitung
Senin, 29 Maret 2021 - 05:38 WIB
loading...
A
A
A
Melalui data informasi akurat dan real time yang bersumber dari Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian KKP, aplikasi terbukti mampu meningkatkan produktivitas para nelayan penggunanya. “Aplikasi Laut Nusantara adalah hasil dari kerja sama yang padu antara XL Axiata dengan BROL, di mana kedua pihak sama-sama memiliki motivasi yang besar untuk ikut mencari solusi agar kualitas hidup masyarakat nelayan Indonesia bisa meningkat," kata Chief Corporate Affairs Officer XL Axiata, Marwan O Baasir.
Lebih lanjut dikatakan, jika nelayan bisa lebih mudah menangkap ikan, maka produktivitas mereka akan meningkat. Pada gilirannya, penghasilan juga meningkat, yang kemudian bisa memperbaiki kualitas hidup keluarganya serta kualitas lingkungan.
Hadirnya aplikasi ini ditujukan sebagai penggerak transformasi budaya nelayan dari “mencari ikan” menjadi “menangkap ikan” melalui pemanfaatan teknologi informasi. Hanya dalam satu genggaman aplikasi, nelayan dapat merencanakan kegiatan penangkapan ikan dengan lebih baik, mulai menentukan secara mandiri lokasi penangkapan ikan terdekat, estimasi kebutuhan BBM, dan estimasi harga jual, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang saat bekerja di laut.
“Ini mengombinasikan data-data satelit. Data-data observasi dan pemodelan kita padukan semua jadi real time setiap hari kita perbarui datanya. Selain ini pun kita coba mengombinasikan dengan berbagai kemudahan,” timpal Kepala Pusat Riset Kelautan BRSDM, I Nyoman Radiarta.
Pengenalan aplikasi Laut Nusantara versi terbaru di Belitung dinilai sangat diperlukan. Sebab telah dilengkapi fitur pengenalan jenis ikan, memudahkan nelayan untuk merencanakan pekerjaan dan penjualan ikan tangkapan dengan lebih baik lagi.
Lebih lanjut dikatakan, jika nelayan bisa lebih mudah menangkap ikan, maka produktivitas mereka akan meningkat. Pada gilirannya, penghasilan juga meningkat, yang kemudian bisa memperbaiki kualitas hidup keluarganya serta kualitas lingkungan.
Hadirnya aplikasi ini ditujukan sebagai penggerak transformasi budaya nelayan dari “mencari ikan” menjadi “menangkap ikan” melalui pemanfaatan teknologi informasi. Hanya dalam satu genggaman aplikasi, nelayan dapat merencanakan kegiatan penangkapan ikan dengan lebih baik, mulai menentukan secara mandiri lokasi penangkapan ikan terdekat, estimasi kebutuhan BBM, dan estimasi harga jual, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang saat bekerja di laut.
“Ini mengombinasikan data-data satelit. Data-data observasi dan pemodelan kita padukan semua jadi real time setiap hari kita perbarui datanya. Selain ini pun kita coba mengombinasikan dengan berbagai kemudahan,” timpal Kepala Pusat Riset Kelautan BRSDM, I Nyoman Radiarta.
Pengenalan aplikasi Laut Nusantara versi terbaru di Belitung dinilai sangat diperlukan. Sebab telah dilengkapi fitur pengenalan jenis ikan, memudahkan nelayan untuk merencanakan pekerjaan dan penjualan ikan tangkapan dengan lebih baik lagi.
Lihat Juga :