Dulu Greenland Merupakan Padang Rumput yang Subur, Ini Buktinya
Selasa, 16 Maret 2021 - 21:25 WIB
loading...
A
A
A
Inti es Camp Century, dikumpulkan dari pinggiran lapisan es di barat laut Greenland. Di sini ilmuwan menemukan 3,44 meter sedimen beku dari bawah 1,4 km es glasial dan es berlumpur. Ini adalah arsip sedimen sub-glasial paling tebal yang ditemukan sejauh ini dari inti es Greenland. (Baca juga: Pendaratan Manusia Pertama di Bulan Masih Dianggap Hoax)
Sedimen sub-glasial tidak dipelajari di luar laporan awal asal sedimen dan mikrofosil, termasuk diatom air tawar yang melimpah dan kista chrysophyte, serbuk sari dan fosil laut yang langka, seperti diatom, sponge spicules dan dinoflagellata.
Dalam penelitian baru, tim menguraikan sejarah glasial dan ekologi Greenland barat laut menggunakan teknik analisis. Mereka menemukan sejarah deposisi dan karakteristik sedimen menggunakan nuklida kosmogenik.
"Kami menemukan bahwa sedimen sub-glasial Camp Century menyimpan catatan glasiasi dan vegetasi berusia jutaan tahun yang unik," kata Hidy. (Baca juga: Pakai Teknik Ini, Kelahiran Bayi Kembar di Dunia Meningkat Pesat)
"Data ini konsisten dengan tutupan es yang terus-menerus terganggu oleh setidaknya dua periode kehilangan dan pertumbuhan kembali lapisan es, sekali pada Pleistosen Awal dan satu lagi dalam 1,1 juta tahun terakhir," katanya.
Sedimen sub-glasial tidak dipelajari di luar laporan awal asal sedimen dan mikrofosil, termasuk diatom air tawar yang melimpah dan kista chrysophyte, serbuk sari dan fosil laut yang langka, seperti diatom, sponge spicules dan dinoflagellata.
Dalam penelitian baru, tim menguraikan sejarah glasial dan ekologi Greenland barat laut menggunakan teknik analisis. Mereka menemukan sejarah deposisi dan karakteristik sedimen menggunakan nuklida kosmogenik.
"Kami menemukan bahwa sedimen sub-glasial Camp Century menyimpan catatan glasiasi dan vegetasi berusia jutaan tahun yang unik," kata Hidy. (Baca juga: Pakai Teknik Ini, Kelahiran Bayi Kembar di Dunia Meningkat Pesat)
"Data ini konsisten dengan tutupan es yang terus-menerus terganggu oleh setidaknya dua periode kehilangan dan pertumbuhan kembali lapisan es, sekali pada Pleistosen Awal dan satu lagi dalam 1,1 juta tahun terakhir," katanya.
(ysw)
Lihat Juga :