Planet Asing Berjarak 41 Tahun Cahaya Terpantau Membentuk Atmosfer Baru

Selasa, 16 Maret 2021 - 10:44 WIB
loading...
Planet Asing Berjarak...
Foto/NASA
A A A
CALIFORNIA - Para ilmuwan sedang mengamati planet asing yang telah kehilangan atmosfernya namun belakangan ini membentuk atmosfer baru secara mandiri. Planet yang berjarak 41 juta tahun cahaya dari Bumi itu membentuk satu lingkaran setiap 1,5 hari dengan menyerap radiasi bbintang selama posesnya.

Menggunakan teleskop Luar Angkasa Hubble, astronom mengumpulkan data planet tersebut sejak 2017. Planet yang diberi tanda GJ 1132 b itu berada di orbit dekat bintang kecil merah. (Baca: Bumi Akan Kehilangan Bulan Kedua untuk Selamanya)

Dalam pengamatan ini, ilmuwan memperikarakan mereka melihat tanda-tanda atmosfer sekunder, yang lahir dari planet ekstrasurya itu. "Ini sangat menarik karena kami percaya atmosfer yang kita lihat sekarang telah beregenerasi, jadi itu bisa menjadi atmosfer sekunder," kata Raissa Estrela, ilmuwan planet ekstrasurya di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di California.

Awalnya, Estrela mengatakan, mereka tak mengira kalau planet tersebut membentuk atmosfer baru. Namun dengan pengamatan yang panjang dan melihat ada atmosfer di planet tersebut.

Para peneliti berpikir bahwa GJ 1132 b mengambil satu langkah lebih jauh. Setelah kehilangan atmosfer, planet yang kaya hidrogen dan helium itu berubah menjadi dunia kosong. (Baca juga: Fakta Temuan Gunung emas di Kongo, Sungai Eufarat dan Akhir Zaman)

Pengamatan Hubble belakangan ini menunjukkan bahwa, GJ 1132 b terbungkus dalam campuran hidrogen, hidrogen sianida, metana, dan kabut kaya aerosol yang mungkin menyerupai kabut asap Bumi.

Untuk memahami apa yang terjadi dalam sistem, para ilmuwan mengamati hubungan dekat GJ 1132 b dengan bintangnya, yang menarik dunia cukup untuk menjaga sisi yang sama dari planet menghadap ke arahnya setiap saat, meniru bagaimana bulan mengorbit Bumi.

Tetapi karena detail orbit planet, para peneliti menduga bahwa dalam kasus ini, bintang menarik cukup kuat pada GJ 1132 b untuk memanaskan planet secara dramatis. Peneliti berkesimpulan, bisa jadi planet itu merupakan dunia yang aktif secara vulkanik. (Baca juga: Pendaratan Manusia di Bulan Masih Dianggap Hoax)

Atmosfer aneh, kemudian, bisa lahir dari gas-gas yang keluar dari batuan cair di planet ini. Secara khusus, para ilmuwan melukis potret dunia cair yang tertutup kerak tipis yang mungkin retak seperti kulit telur. Retakan seperti itu, yang diciptakan oleh tarikan bintang di planet, akan memungkinkan gas merembes keluar, menciptakan atmosfer kedua.

Para ilmuwan berharap Teleskop Luar Angkasa James Webb NASA, yang saat ini dijadwalkan untuk diluncurkan pada musim gugur ini, akan dapat melihat permukaan GJ 1132 b dalam cahaya inframerah, yang terkait dengan suhu. (Baca juga: Warning Bagi Penduduk Bumi, Jumlah Asteroid yang Mengancam Bertambah Ribuan)

"Jika ada kolam magma atau vulkanisme yang terjadi, daerah itu akan lebih panas," kata Swain. "Itu akan menghasilkan lebih banyak emisi, jadi mereka akan melihat secara potensial aktivitas geologi yang sebenarnya sangat menarik!.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
15.800 Ton Sampah Luar...
15.800 Ton Sampah Luar Angkasa Berkecepatan 28.000 km/jam Akan Jatuh ke Bumi
Gangguan Atmosfer, BMKG:...
Gangguan Atmosfer, BMKG: Waspadai Potensi Hujan Pada 15-21 Mei 2026
Selamat Tinggal 24 Jam...
Selamat Tinggal 24 Jam Sehari? Penghuni Bumi akan Mengalami 25 Jam Sehari
3 Astronot Terjebak...
3 Astronot Terjebak di Stasiun Luar Angkasa, China Luncurkan Misi Penyelamatan
Rekomendasi
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved