Bumi Kuno adalah Dunia Air, Daratan Terbilang Langka

Senin, 15 Maret 2021 - 16:02 WIB
loading...
A A A
Jacobsen dan peneliti lain telah menciptakan mineral mantel ini dengan memeras bubuk batu ke puluhan ribu atmosfer dan memanaskannya hingga 1600 °C atau lebih. Tim Dong menggabungkan eksperimen untuk menunjukkan wadsleyite dan ringwoodite menahan sedikit air pada suhu yang lebih tinggi.

Selain itu, tim memprediksi, saat mantel mendingin, mineral ini sendiri akan menjadi lebih melimpah, menambah kemampuan mereka untuk menyerap air saat Bumi menua.

Eksperimen tidak sendirian dalam menyarankan planet yang terikat air. “Ada bukti geologis yang cukup jelas,” juga, kata Benjamin Johnson, ahli geokimia di Iowa State University.

Konsentrasi titanium dalam kristal zirkon berusia 4 miliar tahun dari Australia Barat menunjukkan bahwa mereka terbentuk di bawah air. Dan beberapa batuan tertua di Bumi, formasi berusia 3 miliar tahun di Australia dan Greenland, adalah basal bantal, batuan bulat yang hanya terbentuk saat magma mendingin di bawah air.

Penelitian Johnson dan Boswell Wing, ahli geobiologi di Universitas Colorado, Boulder, menawarkan lebih banyak bukti. Sampel dari potongan kerak samudera berusia 3,24 miliar tahun yang tersisa di daratan Australia jauh lebih kaya dalam isotop oksigen berat daripada lautan saat ini.

Karena air kehilangan oksigen berat ini ketika hujan bereaksi dengan kerak benua untuk membentuk lempung, kelimpahannya di lautan kuno menunjukkan bahwa benua baru saja muncul pada saat itu, Johnson dan Wing menyimpulkan dalam studi Nature Geoscience tahun 2020. Penemuan ini tidak berarti lautan lebih besar, catat Johnson. Namun lebih mudah untuk menenggelamkan benua jika samudera lebih besar.

"Meskipun lautan yang lebih besar akan mempersulit benua untuk bertahan, hal itu bisa menjelaskan mengapa mereka tampak bergerak di awal sejarah Bumi, kata Rebecca Fischer, ahli petrologi eksperimental di Harvard.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suhu Air Laut Meningkat,...
Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Manusia Memperlambat...
Manusia Memperlambat Putaran Rotasi Bumi, Ini Buktinya
ESA Menyelidiki Bola...
ESA Menyelidiki Bola Api Misterius yang Menerangi Langit Eropa
Gerhana Bulan Merah...
Gerhana Bulan Merah Mewarnai Langit Indonesia Malam Ini
Komet Ini Secara Misterius...
Komet Ini Secara Misterius Berbalik Arah setelah Melewati Matahari
Permukaan Laut di Seluruh...
Permukaan Laut di Seluruh Dunia Meningkat Namun di Greenland Menurun
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Pakar ITB Soroti Tantangan...
Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Pramono Jadi Wakil Ketua...
Pramono Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Fahira Idris: Dunia Akui Peran Strategis Jakarta
Rekomendasi
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Berita Terkini
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved