Bumi Kuno adalah Dunia Air, Daratan Terbilang Langka

Senin, 15 Maret 2021 - 16:02 WIB
loading...
A A A
Lautan yang lebih besar bisa membantu memulai lempeng tektonik. Sebab air menembus retakan dan melemahkan kerak, menciptakan zona subduksi di mana satu lempengan kerak tergelincir di bawah lempeng lainnya.

"Dan begitu pelat subduksi mulai menukik, pengering, mantel yang secara inheren lebih kuat akan membantu menekuk pelat, memastikan penurunannya akan berlanjut," kata Jun Korenaga, ahli geofisika di Universitas Yale. “Jika Anda tidak dapat membengkokkan lempeng, Anda tidak dapat memiliki lempeng tektonik.”

Sementara itu, Thomas Carell, seorang ahli biokimia di Ludwig Maximilian University of Munich, berpendapat, bukti untuk lautan yang lebih besar menantang skenario tentang bagaimana kehidupan dimulai di Bumi. Beberapa peneliti percaya hal itu dimulai dari ventilasi hidrotermal yang kaya nutrisi di laut. Sedangkan yang lain menyukai kolam dangkal di lahan kering, yang akan sering menguap, menciptakan kumpulan bahan kimia yang terkonsentrasi.

Laman sciencemag.org menyebutkan, laut yang lebih besar memperburuk serangan terbesar terhadap skenario bawah air. Yakni, bahwa laut itu sendiri akan mengencerkan biomolekul yang baru lahir menjadi tidak signifikan. Baca juga: Nihil Zona Merah, Ridwan Kamil: Tren COVID-19 di Jabar Terus Menurun

Dunia air kuno juga mengingatkan betapa bersyaratnya evolusi Bumi. Planet kemungkinan besar akan kering sampai asteroid kaya air membombardirnya segera setelah kelahirannya. Jika asteroid telah mengendapkan air dua kali lebih banyak atau mantel saat ini kurang menyukai air, maka benua, yang sangat penting bagi kehidupan dan iklim planet, tidak akan pernah muncul. “Ini adalah sistem yang sangat rumit, Bumi,” kata Dong.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suhu Air Laut Meningkat,...
Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Manusia Memperlambat...
Manusia Memperlambat Putaran Rotasi Bumi, Ini Buktinya
ESA Menyelidiki Bola...
ESA Menyelidiki Bola Api Misterius yang Menerangi Langit Eropa
Gerhana Bulan Merah...
Gerhana Bulan Merah Mewarnai Langit Indonesia Malam Ini
Komet Ini Secara Misterius...
Komet Ini Secara Misterius Berbalik Arah setelah Melewati Matahari
Permukaan Laut di Seluruh...
Permukaan Laut di Seluruh Dunia Meningkat Namun di Greenland Menurun
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Pakar ITB Soroti Tantangan...
Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Pramono Jadi Wakil Ketua...
Pramono Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Fahira Idris: Dunia Akui Peran Strategis Jakarta
Rekomendasi
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Berita Terkini
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved