Ilmuwan Temukan Kota Emas Kuno Asham yang Penduduknya Makmur di Masa Islam
Senin, 15 Maret 2021 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi (SCTH) melaksanakan penggalian arkeologi di situs bersejarah Asham. Fase ini meliputi dimulainya kembali pekerjaan penggalian yang diluncurkan pada 1402 H (1982) dan pekerjaan arkeologi lainnya yang dimulai pada 1407 H (1987).
Proyek saat ini difokuskan pada verifikasi sejauh mana penemuan arkeologi, dan mendeteksi alat dan metode pertambangan. Penggalian terkonsentrasi di pasar komersial di situs tersebut.
Anggota Dewan Shoura dan konsultan di SCTH, Ahmed bin Omar Al-Zailai, percaya pentingnya Asham terletak pada fakta bahwa itu adalah salah satu situs arkeologi Islam penting Kerajaan, dengan sejumlah besar prasasti tertulis -diperkirakan ratusan- dan berbagai macam dekorasi.
“Asham adalah Desa Tihami Islam yang dikenal sejak zaman pra-Islam dan dihancurkan pada abad ke-5 (Hijriah). Terletak 300 km di selatan Mekkah dan menghubungkan dataran Tihamah di barat ke pegunungan di timur,” kata Ahmed.
“Asham memainkan peran komersial utama sebagai titik persimpangan bagi peziarah yang datang mengunjungi Mekah dan pedagang yang berpindah antara Yaman, Hijaz, dan tambang emas,” tambahnya.
Proyek saat ini difokuskan pada verifikasi sejauh mana penemuan arkeologi, dan mendeteksi alat dan metode pertambangan. Penggalian terkonsentrasi di pasar komersial di situs tersebut.
Anggota Dewan Shoura dan konsultan di SCTH, Ahmed bin Omar Al-Zailai, percaya pentingnya Asham terletak pada fakta bahwa itu adalah salah satu situs arkeologi Islam penting Kerajaan, dengan sejumlah besar prasasti tertulis -diperkirakan ratusan- dan berbagai macam dekorasi.
“Asham adalah Desa Tihami Islam yang dikenal sejak zaman pra-Islam dan dihancurkan pada abad ke-5 (Hijriah). Terletak 300 km di selatan Mekkah dan menghubungkan dataran Tihamah di barat ke pegunungan di timur,” kata Ahmed.
“Asham memainkan peran komersial utama sebagai titik persimpangan bagi peziarah yang datang mengunjungi Mekah dan pedagang yang berpindah antara Yaman, Hijaz, dan tambang emas,” tambahnya.
Lihat Juga :