Pakai Teknik Ini, Kelahiran Bayi Kembar di Dunia Meningkat Pesat

Sabtu, 13 Maret 2021 - 20:27 WIB
loading...
Pakai Teknik Ini, Kelahiran...
Dengan sekitar 1,6 juta bayi kembar lahir setiap tahun di seluruh dunia, tingkat kelahiran kembar global telah meningkat dalam 30 tahun terakhir. Foto/Reuters
A A A
LONDON - Penelitian global yang dilakukan terhadap kelahiran bayi kembar di dunia diketahui terjadi peningkatan yang tinggi dalam tiga dekade belakangan ini. Peningkatan ini tak lepas dari meningkatnya penggunaan teknik in vitro fertilisation (IVF) atau bayi tabung di sejumlah negara.

Dengan sekitar 1,6 juta bayi kembar lahir setiap tahun di seluruh dunia, tingkat kelahiran kembar global telah meningkat dalam 30 tahun terakhir. Pada sekitar tahun 1980-an, tingkat kelahiran bayi kembar hanya 9 dari 1.000 kelahiran dan kini menjadi 12 per 1.000. (Baca: Belasan Lubang besar Muncul, Penduduk Takut Ditelan Bumi)

Christiaan Monden, seorang profesor di Universitas Oxford Inggris mengatakan, kelahiran kembar dengan bantuan IVF ini terutama terjadi wilayah berpenghasilan tinggi seperti Eropa dan Amerika Utara di mana sekarang ada pengobatan kehamilan untuk melahirkan anak kembar.

“Ini sepertinya ini menjadi kelahiran kembar yang tertinggi sepanjang masa. Jumlahnya relatif dan absolut kembar di dunia lebih tinggi daripada yang pernah mereka alami sejak pertengahan abad kedua puluh," kata Monden seperti dikutip Reuters , Sabtu (13/3/2021).

Tim peneliti Monden, yang temuannya dipublikasikan pada hari Jumat di jurnal Human Reproduction, menganalisis data tentang tingkat kelahiran kembar untuk 165 negara antara 2010 dan 2015 dan untuk 112 negara selama periode 1980 hingga 1985. (Baca juga: Bumi Makin Sekarat, Sampah Masker Capai 3 Juta Permenit)

Mereka menemukan peningkatan 71% dalam kelahiran kembar di Amerika Utara, serta peningkatan yang signifikan di banyak negara Eropa dan di Asia. Untuk Asia secara keseluruhan, ada peningkatan 32%, dan hanya tujuh negara yang mengalami penurunan lebih dari 10% dalam tingkat kelahiran kembar selama masa studi.

Para peneliti mencatat bahwa tingkat kembar identik hampir tidak berubah, stabil pada sekitar 4 per 1.000 kelahiran di seluruh dunia. Ini berarti sebagian besar peningkatan kelahiran kembar disebabkan oleh tingginya jumlah kembar non-identik.

Monden mengatakan, kembar non identik terutama terjadi di Afrika yang kemungkinan disebabkan oleh perbedaan genetik antara Afrika dengan populasi lain. “Kebanyakan anak kembar yang ditemui di Jepang adalah kembar identik. Sementara kebanyakan kembar yang ditemui di Afrika tidak identik - dan kami pikir itu karena genetik,” katanya. (Baca juga: Perubahan Iklim, Musim Panas Akan Panjang Jadi 6 Bulan di Tahun 2100)

Sementara faktor-faktor seperti wanita memilih untuk memulai program bayi tabung mungkin berperan dalam peningkatan kelahiran bayi kembar. "Teknik reproduksi yang dibantu secara medis yang dimulai pada tahun 1970-an ini adalah pendorong utama," kata Monden.

Perawatan kesuburan seperti itu awalnya tersedia di wilayah yang lebih kaya, tetapi menyebar ke negara berkembang di Asia dan Amerika Latin pada 1980-an dan 1990-an. Kemudian mencapai bagian yang relatif lebih kaya di Asia Selatan dan Afrika setelah tahun 2000.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Myanmar Hancurkan...
Gempa Myanmar Hancurkan Kota Purba di Mandalay
Asteroid 2024 YR4 Diklaim...
Asteroid 2024 YR4 Diklaim Akan Menabrak Bulan
Peta Geologi Bumi dengan...
Peta Geologi Bumi dengan Lempeng Tektonik Terbaru Diterbitkan
China Luncurkan Robot...
China Luncurkan Robot Tangan yang Punya Sensitivitas seperti Jari Manusia
Kota Kelahiran Cleopatra...
Kota Kelahiran Cleopatra Ditemukan setelah Ribuan Tahun Menghilang
Jamur di kaki Katak...
Jamur di kaki Katak Bikin Ilmuwan Ketakutan, Ini Penyebabnya
Fosil Nenek Moyang Manusia...
Fosil Nenek Moyang Manusia Berusia 1 Juta Tahun Ditemukan
Racun di Danau Laguna...
Racun di Danau Laguna Verde Diklaim seperti Air di Mars
Bukti Perselingkuhan...
Bukti Perselingkuhan Ratu Cleopatra Terungkap Tanpa Tes DNA
Rekomendasi
PLN IP Berhasil Penuhi...
PLN IP Berhasil Penuhi Kebutuhan Listrik Malam Takbir dan Idulfitri
Hasil Timnas Indonesia...
Hasil Timnas Indonesia U-17 vs Korea Selatan U-17: Mierza Buang Peluang Emas, Babak Pertama 0-0
Identitas Sekeluarga...
Identitas Sekeluarga Tewas Tertimbun Longsor di Cangar Mojokerto
Berita Terkini
Gempa Myanmar Hancurkan...
Gempa Myanmar Hancurkan Kota Purba di Mandalay
38 menit yang lalu
Batas Waktu Berakhir...
Batas Waktu Berakhir Besok! TikTok Belum Laku Terjual
2 jam yang lalu
Mulai DJI, DeepSeek,...
Mulai DJI, DeepSeek, hingga TikTok, Inilah Fantastic Four Taipan Teknologi China yang Mengukir Jejak Inovasi Global
6 jam yang lalu
Bos Epic Games Sebut...
Bos Epic Games Sebut Apple dan Google Lakukan Monopoli dan Berbisnis ala Mafia
6 jam yang lalu
Poco M7 Pro 5G Tawarkan...
Poco M7 Pro 5G Tawarkan Spek Gaming Ramah Kantong, Resmi Rilis 7 April 2025!
6 jam yang lalu
Jadi Senjata China Lawan...
Jadi Senjata China Lawan Tarif Impor, AS Bidik 140 Perusahaan Chip
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Memiliki...
10 Negara yang Memiliki Wilayah Paling Luas di Dunia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved