NLIi Ingatkan Pentingnya Neuroleadership dalam Hadapi COVID-19
Senin, 01 Maret 2021 - 13:54 WIB
loading...
A
A
A
2. Untuk penanganan dan pengendalian wabah Cov-19 ini semakin meluas pemerintah melalui Badan Litbangkes Kemenkes RI melakukan beberapa riset, antara lain riset obat, riset vaksin, riset alat pendeteksi, dan riset alkes. Dan pemerintah berharap bahwa dalam waktu 15 bulan vaksin sudah berhasil diberikan kepada minimal 70% dari jumalh penduduk di Indonesia.
3. Stabilitas perekonomian ini akan bisa pulih dengan cepat apabila masayarakat sehat. Untuk itu dibutuhkan imunitas tubuh yang baik. Untuk meningkatkan imunitas bisa dilakukan dengan natural dan artificial (Plasma dan vaksin). Dengan adanya vaksin ini diharapkan herd immunity masyarakat sudah terbentuk sehingga masyarakat menjadi lebih sehat dan stabilitas ekonomi akan tercapai.
4. Kita harus tetap optimis menghadapi wabah ini, karena justru dengan adanya pandemic ini Negara kita jadi tahu apa kekurangannya. Dan dari mengerahui kekurangan ini justru melahirkan momentum sehingga menciptakan kebangkitan bangsa yang ke II. Karena dalam menghadapi kondisi ini justru memunculkan semangat dan keberanian bagi bangsa ini untuk berkolaborasi melakukan inovasi dan eksperimen bagaimana penanganan dan pengendalian wabah ini. Antaralain menemukan alat pendeteksi dengan cepat, Genos, Vaksin merah putih, Cepad, dll.
BACA JUGA - Mahkluk Bersisik Besi Penghuni Gunung Berapi Terungkap
5. Dan peran neuroleadership dalam hal ini adalah untuk membangun mental capacity masyarakat Indonesia. Antara lain bagaimana menumbuhkan kesadaran untuk mencegah, menumbuhkan kesadaraan untuk mengobati dan menumbuhkan optimisme sehingga bisa mentriger immunity.
3. Stabilitas perekonomian ini akan bisa pulih dengan cepat apabila masayarakat sehat. Untuk itu dibutuhkan imunitas tubuh yang baik. Untuk meningkatkan imunitas bisa dilakukan dengan natural dan artificial (Plasma dan vaksin). Dengan adanya vaksin ini diharapkan herd immunity masyarakat sudah terbentuk sehingga masyarakat menjadi lebih sehat dan stabilitas ekonomi akan tercapai.
4. Kita harus tetap optimis menghadapi wabah ini, karena justru dengan adanya pandemic ini Negara kita jadi tahu apa kekurangannya. Dan dari mengerahui kekurangan ini justru melahirkan momentum sehingga menciptakan kebangkitan bangsa yang ke II. Karena dalam menghadapi kondisi ini justru memunculkan semangat dan keberanian bagi bangsa ini untuk berkolaborasi melakukan inovasi dan eksperimen bagaimana penanganan dan pengendalian wabah ini. Antaralain menemukan alat pendeteksi dengan cepat, Genos, Vaksin merah putih, Cepad, dll.
BACA JUGA - Mahkluk Bersisik Besi Penghuni Gunung Berapi Terungkap
5. Dan peran neuroleadership dalam hal ini adalah untuk membangun mental capacity masyarakat Indonesia. Antara lain bagaimana menumbuhkan kesadaran untuk mencegah, menumbuhkan kesadaraan untuk mengobati dan menumbuhkan optimisme sehingga bisa mentriger immunity.
(wbs)
Lihat Juga :