Buka Digix Lab, Huawei Kembangkan Ekosistem Teknologi di Asia Pasifik

Jum'at, 26 Februari 2021 - 13:00 WIB
loading...
Buka Digix Lab, Huawei Kembangkan Ekosistem Teknologi di Asia Pasifik
Jean-Francois Tremblay, Communication Strategits Huawei, dalam keterangam resminya, Jumat (26/2/2021). Foto/Huawei.
SINGAPURA - Dalam rangka mendukung pengembangan ekosistem teknologiyang kian majemuk serta mempercepat terwujudnya transformasi digital di kawasan regional, Huawei resmi membukaDigix Labpertamanya di Kawasan Asia Pasifik, yang berlokasi di Singapura, guna mendukung para pengembang dan mitra yang tergabung di ekosistem HMS.

Laboratorium ini dilengkapi dengan AR, VR, HMS Core Kits, serta beragam kapabilitas teknologi yang dirancang agar dapat mendukung para pengembang di semua level dalam mengembangkan aplikasimobile.

Baca juga : Rider Italia Siap Keliling Dunia dengan Kawasaki Versys X-300

“Huawei berencana untuk mengembangkan ekosistemmobileuntuk seluruh skenario ‘1+8+N’ dengan HMS, demi mendukung para pengembang untuk terus sigap berinovasi,” kataJay Chen, Vice President of Huawei Asia Pacific, dalam keterangam resminya, Jumat (26/2/2021).

Jay menambahkan, Huawei juga akan berkolaborasi bersama mitra-mitranya mengenai sejumlah program dalam mengembangkan ekosistem teknologi dalam rangka mempercepat terlaksananya transformasi digital di kawasan Asia Pasifik.



Untuk melengkapi pengembangan DIGIX Lab, Huawei juga mengumumkan akan menyertakan lebih banyak aplikasiin-demanddari negara-negara setempat ke HUAWEI App Gallery, untuk meningkatkan ekosistemmobiledi kawasan.

Menurut laporan terbaru dari GlobalData, kawasan Asia Pasifik diprediksikan akan menjadi yang terdepan dalam pengadopsian teknologi 5G, yakni sebanyak 1,14 miliar pelanggan atau setara dengan 65% dari angka total langganan 5G di tingkat global pada tahun 2024.

Baca juga : Indonesia Penjualan Mitsubishi Pajero Sport Terbesar di Dunia

Dalam rangka penguatan ekosistem 5G, Huawei juga berencana untuk menggelontorkan investasi senilai 475 juta Thai Baht atau setara dengan USD1,5 juta untuk mendukung pengembangan 5G Ecosystem Innovation Center (EIC) di Bangkok, Thailand.

“Inovasi-inovasi tersebut diharapkan akan dapat menciptakan peluang-peluang bisnis baru bagi perusahaan-perusahaan berskala menengah dan kecil, rintisan, maupun institusi-institusi digital, menuju tercapainya visi Thailand 4.0 dan berkembang menjadi digital hub bagi kawasan ASEAN,” ucap Vunnaporn Dehastin, Thailand Secretary-General of the National Digital Economy and Society Commission.
(wsb)
preload video
Komentar Anda
TEKNO UPDATE