Bumi Sekarat, Jutaan Spesies Hadapi Bencana Kepunahan

Kamis, 25 Februari 2021 - 22:27 WIB
loading...
A A A
Pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan populasi menuntut lebih banyak sumber daya alam yang diambil dari Bumi. Tetapi peningkatan permintaan akan sumber daya telah mengakibatkan penurunan keanekaragaman hayati, ekosistem, dan satwa liar.

Laporan tersebut mengklaim hampir 75% daratan Bumi dan 66% lingkungan lautnya telah sangat dipengaruhi oleh tindakan buruk umat manusia. Laporan tersebut juga mengklaim lebih dari 85% lahan basah di Bumi telah hilang.

Angka-angka yang mengkhawatirkan itu muncul hanya beberapa hari setelah panel ilmuwan internasional memperingatkan bahwa perubahan iklim mengancam akses 1,9 miliar orang ke air. Populasi manusia meningkat dua kali lipat sejak 1970-an dan dengan itu konsumsi air meningkat sebesar 45%.

Akibatnya, permintaan akan pangan, air, energi dan sumber daya mentah seperti kayu meningkat drastis. Laporan juga menyoroti “perampasan alam yang tak tertandingi” di mana manusia mengambil lebih dari yang mereka berikan kembali.

“Sebelum Revolusi Industri, orang harus menjaga lingkungan di sekitar mereka karena dari sanalah mereka mendapatkan produk mereka. Jika mereka tidak menjaganya, mereka akan menghadapi konsekuensinya. Sekarang dengan globalisasi, kita memiliki dampak lingkungan yang sangat besar jauh dari tempat kita tinggal," papar Profesor Purvis. Baca juga: Namanya Disebut SBY, Moeldoko: Memang Belum Selesai di Demokrat?
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
15.800 Ton Sampah Luar...
15.800 Ton Sampah Luar Angkasa Berkecepatan 28.000 km/jam Akan Jatuh ke Bumi
Manusia Memperlambat...
Manusia Memperlambat Putaran Rotasi Bumi, Ini Buktinya
Laporan Baru PBB: Dunia...
Laporan Baru PBB: Dunia Berada dalam Kondisi Kebangkrutan Air Global
Warna Laut Teluk Persia...
Warna Laut Teluk Persia Berubah Jadi Merah Darah
Bumi Bocor Parah, Lubang...
Bumi Bocor Parah, Lubang Raksasa Misterius Terus Bertambah di Turki
Terdengar Suara seperti...
Terdengar Suara seperti Jeritan dari Neraka, Rusia Tutup Lubang Terdalam
Piala Dunia 2026 dan...
Piala Dunia 2026 dan Bayang-bayang Jet Pribadi Infantino
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Rekomendasi
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Berita Terkini
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved