Ini Dia Batuan Luar Angkasa Sang Pembunuh Dinosaurus

Kamis, 18 Februari 2021 - 21:48 WIB
loading...
A A A
Kemungkinan Tabrakan
Fragmen dari pecahan langit ini lebih mungkin daripada sebuah komet utuh untuk berpotongan dengan Bumi dalam perjalanan kembali mereka menuju awan Oort. "Peristiwa semacam itu mampu menghasilkan dampak seukuran Chicxulub setiap 250 juta hingga 730 juta tahun," kata para peneliti.

"Makalah kami memberikan dasar untuk menjelaskan terjadinya peristiwa ini," kata Loeb dalam sebuah pernyataan. "Kami menyarankan bahwa, pada kenyataannya, jika Anda memecah sebuah objek saat mendekati Matahari, hal itu dapat menimbulkan tingkat kejadian yang sesuai dan juga jenis dampak yang membunuh dinosaurus."

Kawah Zhamanshin di Kazakhstan, yang merupakan kawah tumbukan terbesar yang dibuat dalam jutaan tahun terakhir, mungkin juga telah dibuat oleh chondrite berkarbon, tulis Loeb dan Sajir di makalah barunya. Hal ini mendukung teori bahwa jenis fragmen besar ini relatif mungkin terjadi untuk menghantam Bumi. Lebih banyak penelitian tentang kawah tumbukan Bumi dan komposisi komet dapat membantu memperkuat bukti untuk hipotesis tersebut.

"Kita seharusnya melihat fragmen yang lebih kecil lebih sering datang ke Bumi dari awan Oort," kata Loeb. "Saya berharap kita dapat menguji teori ini dengan memiliki lebih banyak data tentang komet berperiode panjang, mendapatkan statistik yang lebih baik dan mungkin melihat bukti untuk beberapa fragmen." Baca juga: Satelit Sadewa Peringatkan Cuaca Ekstrem dan Banjir seperti 1 Januari 2020
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dinosaurus yang Pernah...
Dinosaurus yang Pernah Kuasai Asia Tenggara Ditemukan, Begini Wujudnya
Tas Tangan dari Kulit...
Tas Tangan dari Kulit Dinosaurus Memicu Kontroversi Ilmiah, Ini Alasannya
Fosil Lubang Anus Tertua...
Fosil Lubang Anus Tertua Ditemukan pada Reptil Berusia 290 Juta Tahun
Mengapa Manusia Purba...
Mengapa Manusia Purba Neanderthal Suka Mengumpulkan Tengkorak Bertanduk?
Dinosaurus Berduri Aneh...
Dinosaurus Berduri Aneh dengan Kulit yang Berbeda dari Hewan Mana Pun Ditemukan
Fosil Berusia 250 Juta...
Fosil Berusia 250 Juta Tahun Ungkap Asal Usul Pendengaran Unik Kita
Mengenal Prof Premana,...
Mengenal Prof Premana, Dosen Astronomi ITB yang Namanya Abadi di Langit
Batu Mars Terbesar di...
Batu Mars Terbesar di Dunia Terjual Seharga Rp88 Miliar di Pelelangan
Misteri Dinosaurus Cakar...
Misteri Dinosaurus Cakar Maut di Jurrasic World Terpecahkan
Rekomendasi
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kris Tomahu, Gery &...
Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved