Es Antartika Sembunyikan Dunia Ajaib Tempat Makhluk Aneh Berkembang Biak
Selasa, 16 Februari 2021 - 13:35 WIB
loading...
Ahli geologi menemukan makhluk aneh yang hidup di bawah es Antartika. Foto/Dr Huw Griffiths/British Antarctic Survey/Live Science
A
A
A
JAKARTA - Ketika para ilmuwan mengebor lubang sepanjang setengah mil (900 meter) ke dalam lapisan es Antartika , mereka menemukan sesuatu yang mengejutkan. Ilmuwan menemukan sebuah batu yang dipenuhi hewan tak dikenal di bawah dasar laut. Baca juga: Gawat, Es di Antartika Mencair dengan Cara yang Tak Biasa
Faktanya, para ilmuwan ini sama sekali tidak mencari kehidupan laut. Mereka adalah ahli geologi yang berencana mengumpulkan sampel sedimen dari dasar laut.
Mereka mendirikan kemah di Filchner-Ronne Ice Shelf, bongkahan besar es terapung di tenggara Laut Weddell, tempat ilmuwan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyekop salju dan menggunakan air panas untuk membuat lubang sempit menembus es.
Setelah lubang selesai, mereka menurunkan kamera dengan alat pemisah sedimen, untuk menjangkau dasar laut lebih dari 1.000 kaki (300 m) di bawah dasar rak. Mereka berharap bisa 'menabrak' lumpur. "Tetapi sebaliknya, mereka menabrak batu. Dan itu sangat sial bagi mereka," kata Huw Griffiths, ahli biogeograf kelautan di British Antarctic Survey.
Namun, tim kemudian menunjukkan rekaman video mereka ke Griffiths, dan meskipun batu menghalangi jalan mereka ke sedimen, kamera menangkap sesuatu yang tidak pernah diharapkan. Komunitas spons dan pengumpan filter tak dikenal lainnya menempel di batu.
"Ini adalah tempat di mana, pada dasarnya, kami sama sekali tidak mengharapkan komunitas seperti ini hidup," kata Griffiths, disitat Live Science.
Faktanya, para ilmuwan ini sama sekali tidak mencari kehidupan laut. Mereka adalah ahli geologi yang berencana mengumpulkan sampel sedimen dari dasar laut.
Mereka mendirikan kemah di Filchner-Ronne Ice Shelf, bongkahan besar es terapung di tenggara Laut Weddell, tempat ilmuwan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyekop salju dan menggunakan air panas untuk membuat lubang sempit menembus es.
Setelah lubang selesai, mereka menurunkan kamera dengan alat pemisah sedimen, untuk menjangkau dasar laut lebih dari 1.000 kaki (300 m) di bawah dasar rak. Mereka berharap bisa 'menabrak' lumpur. "Tetapi sebaliknya, mereka menabrak batu. Dan itu sangat sial bagi mereka," kata Huw Griffiths, ahli biogeograf kelautan di British Antarctic Survey.
Namun, tim kemudian menunjukkan rekaman video mereka ke Griffiths, dan meskipun batu menghalangi jalan mereka ke sedimen, kamera menangkap sesuatu yang tidak pernah diharapkan. Komunitas spons dan pengumpan filter tak dikenal lainnya menempel di batu.
"Ini adalah tempat di mana, pada dasarnya, kami sama sekali tidak mengharapkan komunitas seperti ini hidup," kata Griffiths, disitat Live Science.
Lihat Juga :