Kuliner Tradisional Ini Kembali Dihidupkan lewat Tokopedia dan Shopee
Sabtu, 13 Februari 2021 - 23:40 WIB
loading...
Kuliner tradisional khas masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia, kembang tahoo atau Ta Hwa, kini tersedia di Tokopedia dan Shopee. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Memanfaatkan momen Tahun Baru Imlek , CV Sinarfood Healthindo menyosialisasikan kembang tahoo yang banyak diminati, tapi mulai sulit didapatkan. Selain melalui e-commerce Shopee dan Tokopedia , manajemen juga aktif di Instagram. Baca juga: Mengapa E-Commerce Rame-Rame Gandeng Artis Korea Jadi Brand Ambassador?
"Silken Tahoo sangat cocok dinikmati di musim penghujan sebagai penghangat tubuh dan telah mendapatkan sertifikasi Halal MUI dan BPOM. Harganya hanya Rp24.000 per boks di Shopee dan Tokopedia SFH Factory, atau bisa juga order via WhatsApp. Informasi tentang kami juga bisa didapat di IG @SilkenTahoo," kata Fasichah Tia Nur (Iva), Manager Marketing CV Sinarfood Healthindo.
Dikatakannya, Indonesia merupakan negara dengan berbagai macam suku ras dan budaya yang ramah dalam bertoleransi. Imlek seperti halnya momen Lebaran yang dinikmati berbagai kalangan.
Kondisi pandemik tidak mengurungkan niat masyarakat menyambut Tahun Baru, sehingga banyak sekali kuliner khas Tionghoa yang menarik untuk dicoba dan ditawarkan sebagai menu hotel resto kafe.
Namun meski banyak peminatnya, kuliner tradisional mempunyai kelemahan yakni tidak bisa dinikmati setiap saat. Karena proses pembuatannya lama dan rumit, serta kurangnya kemauan maupun kemampuan masyarakat untuk melestarikannya.
"Silken Tahoo sangat cocok dinikmati di musim penghujan sebagai penghangat tubuh dan telah mendapatkan sertifikasi Halal MUI dan BPOM. Harganya hanya Rp24.000 per boks di Shopee dan Tokopedia SFH Factory, atau bisa juga order via WhatsApp. Informasi tentang kami juga bisa didapat di IG @SilkenTahoo," kata Fasichah Tia Nur (Iva), Manager Marketing CV Sinarfood Healthindo.
Dikatakannya, Indonesia merupakan negara dengan berbagai macam suku ras dan budaya yang ramah dalam bertoleransi. Imlek seperti halnya momen Lebaran yang dinikmati berbagai kalangan.
Kondisi pandemik tidak mengurungkan niat masyarakat menyambut Tahun Baru, sehingga banyak sekali kuliner khas Tionghoa yang menarik untuk dicoba dan ditawarkan sebagai menu hotel resto kafe.
Namun meski banyak peminatnya, kuliner tradisional mempunyai kelemahan yakni tidak bisa dinikmati setiap saat. Karena proses pembuatannya lama dan rumit, serta kurangnya kemauan maupun kemampuan masyarakat untuk melestarikannya.
Lihat Juga :