Ilmuwan PBB Salah Hitung, Air Laut Diyakini Naik Lebih Cepat dari Perkiraan

Minggu, 07 Februari 2021 - 22:46 WIB
loading...
A A A
"Jika Anda membuat model iklim yang baik, maka jika Anda memasukkan semua proses fisik yang dapat Anda pikirkan ke dalamnya dan menjalankannya untuk periode waktu yang sama saat kami memiliki data historis, model tersebut secara kasar akan meniru (apa yang sebenarnya terjadi)," ungkap Hill kepada Live Science.

Joellen Russell, ahli kelautan di University of Arizona, mengatakan, tidak mengherankan menemukan bahwa model iklim yang digunakan oleh IPCC kemungkinan meremehkan kenaikan permukaan laut. Model lain telah diperlihatkan menggunakan hindtesting untuk meremehkan historis kenaikkan permukaan laut.

Para ahli sudah cenderung memprediksi tingkat kenaikan permukaan laut yang jauh melampaui prediksi IPCC. Dan lebih sejalan dengan apa yang disarankan oleh metode baru untuk mempelajari kenaikan permukaan laut di masa depan.

"Model yang ada tidak memperhitungkan efek pencairan lapisan es pada kenaikan permukaan laut," ucap Russell.

Penulis Ilmu Kelautan mengembangkan metrik baru untuk menilai kenaikan permukaan laut, yang dikenal sebagai sensitivitas permukaan laut sementara (TSLS), yang bertujuan untuk memprediksi permukaan laut di tanah dalam realitas historis. TSLS dapat meningkatkan model perubahan permukaan laut di masa depan, para penulis berpendapat. Mereka mengatakan, cara terbaik untuk membuat proyeksi dengan TSLS akan membutuhkan lebih banyak informasi tentang model IPCC daripada yang telah tersedia.

Russell, mengutarakan, TSLS mewakili langkah maju yang penting untuk lapangan. Young Gu Her, ahli hidrologi di University of Florida yang bekerja dengan model iklim, mengungkapkan, hasilnya menarik dan menunjukkan pentingnya memahami asumsi model yang digunakan untuk memprediksi masa depan kenaikan permukaan laut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hewan Semakin Menderita...
Hewan Semakin Menderita seperti Manusia Akibat Degradasi Lingkungan
Gelombang Panas Ekstrem...
Gelombang Panas Ekstrem Picu Darurat Iklim Global
Pendidikan Iklim Sejak...
Pendidikan Iklim Sejak Dini: Italia Wajibkan, Indonesia Baru Punya Oase di Semarang
Grab Pamer Angka Hijau...
Grab Pamer Angka Hijau Fantastis, tapi Cukupkah untuk Menebus Dosa Asap di Jalanan?
Panas Ekstrem di Indonesia...
Panas Ekstrem di Indonesia Bakal Berlangsung Lebih Lama
5 Negara dengan Polusi...
5 Negara dengan Polusi Udara Terkotor di Dunia
EPI Clean Energy Day...
EPI Clean Energy Day Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
Rekomendasi
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi...
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
Suasana Terkini Arus...
Suasana Terkini Arus Lalin di Tendean saat Pembongkaran JPO, Jalan Arah Blok M Ditutup
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Berita Terkini
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
Teknologi Referee View...
Teknologi Referee View Ubah Pengalaman Menonton Piala Dunia FIFA 2026
Kapasitas Baterai iPhone...
Kapasitas Baterai iPhone Lipat Terungkap Secara Tak Terduga
Apakah AI Cukup Cerdas...
Apakah AI Cukup Cerdas Menjadi Wasit Piala Dunia 2026?
Infografis
Lebih dari 1 Juta Tentara...
Lebih dari 1 Juta Tentara Ukraina Tewas dan Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved