8 Februari Akan Jadi Puncak Hujan Meteor Alpha Centaurid

Sabtu, 06 Februari 2021 - 19:18 WIB
loading...
8 Februari Akan Jadi...
Hujan meteor ini sebenarnya sudah mulai aktif sejak 28 Januari hingga 21 Februari dengan titik puncak hujan meteor terjadi pada 8 Februari 2021.
A A A
JAKARTA - Bulan Februari 2021 ini tercatat ada berbagai macam fenomena langit yang terjadi, salah satunya adalah hujan meteor α-Centaurid atau Alpha Centaurid .

Hujan meteor ini sebenarnya sudah mulai aktif sejak 28 Januari hingga 21 Februari dengan titik puncak hujan meteor terjadi pada 8 Februari 2021.

BACA JUGA: Jajal Semua Fitur Kamera Galaxy S21 Ultra 5G di Kondisi Gelap-Gelapan

Dikutip dari laman In The Sky, Sabtu (6/2) pada puncaknya, hujan meteor α Centaurid diharapkan menghasilkan laju nominal sekitar 6 meteor per jam (ZHR). Namun, jumlah per jam pada periode puncak ini dihitung dengan asumsi langit gelap sempurna dan pancaran terletak tepat di atas kepala.

Dalam praktiknya, penglihatan pengamatan yang nyata tidak akan memenuhi kondisi ideal ini. Jumlah meteor yang mungkin dapat lihat lebih rendah dari ini, dan dapat diperkirakan menggunakan rumus ZHR.

Jika diamati dari langit Jakarta, hujan meteor ini tidak akan terlihat sebelum sekitar pukul 21:50 setiap malam, saat titik pancarannya naik di atas ufuk timur. Kemudian akan tetap aktif sampai fajar menyingsing sekitar pukul 05:34.

Titik bercahaya memuncak, tertinggi di langit, setelah fajar atau sekitar pukul 05:00 WIB - sehingga hujan metero ini kemungkinan besar akan menghasilkan tampilan terbaiknya sesaat sebelum fajar, ketika titik pancarannya paling tinggi.

Hujan meteor sendiri muncul ketika Bumi melewati aliran puing-puing yang tertinggal setelah komet dan asteroid. Seiring waktu, potongan-potongan puing seperti pasir di aliran ini mendistribusikan dirinya sendiri di sepanjang orbit objek induk di sekitar tata surya.

BACA JUGA: Tiga Cara Beli Samsung Galaxy S21 5G Series dengan Diskon Paling Gede!

Bintang jatuh terlihat setiap kali salah satu dari puing-puing ini bertabrakan dengan atmosfer bumi, biasanya terbakar pada ketinggian sekitar 70 hingga 100 km.

Pada hari-hari tertentu dalam setahun, orbit Bumi melewati aliran yang sangat padat, terkait dengan komet atau asteroid yang melepaskan sejumlah besar material padat ke luar angkasa, dan ini menimbulkan hujan meteor tahunan.

Hujan seperti itu berulang setiap tahun, setiap kali Bumi melewati suatu titik di orbitnya di mana ia melintasi aliran material tertentu.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Wilayah AS Dihujani...
4 Wilayah AS Dihujani Cahaya Hijau dari Langit, Warga: Serangan Alien
Selain Komet A3 di Bali,...
Selain Komet A3 di Bali, Ini 8 Peristiwa Langit yang Siap Memanjakan Mata
12 Meteorit Paling Unik...
12 Meteorit Paling Unik yang Pernah Ditemukan di Dunia
Saksikan Hujan Meteor...
Saksikan Hujan Meteor Terindah pada 11 Agustus, Ada Perseid dan Delta Aquariid
Akhir Juli, Tiga Hujan...
Akhir Juli, Tiga Hujan Meteor Sekaligus Bakal Mengguyur Bumi
Meteor Jatuh di Wilayah...
Meteor Jatuh di Wilayah Eropa Timbulkan Warna Biru Terang
Meteor Cirebon Jadi...
Meteor Cirebon Jadi Alarm Bahaya, Fisikawan IPB Ungkap Ancaman Asteroid hingga Badai Matahari
Batu Mars Terbesar di...
Batu Mars Terbesar di Dunia Terjual Seharga Rp88 Miliar di Pelelangan
4 Wilayah AS Dihujani...
4 Wilayah AS Dihujani Cahaya Hijau dari Langit, Warga: Serangan Alien
Rekomendasi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Berita Terkini
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved