Begini Tata Cara Salat Astronot Muslim saat Berada di Luar Angkasa
Sabtu, 06 Februari 2021 - 07:48 WIB
loading...
A
A
A
Astronot Muslim lainnya lebih blak-blakan tentang kewajiban agamanya. Pada 2007, Malaysia mengirimkan astronot pertamanya ke ISS. Astronot itu adalah Sheikh Muszaphar Shukor, seorang dokter yang diluncurkan di atas kapal Soyuz TMA-11 Rusia.
Situs hds.harvard.edu menyebutkan, sebelum lepas landas, Shukor, mengatakan, sementara ini prioritas utamanya lebih pada melakukan eksperimen. Sebagai tanggapan, Pemerintah Malaysia mengundang 150 sarjana hukum Islam, ilmuwan, dan astronot untuk membuat pedoman bagi Dr Shukor.
Para ulama mengeluarkan fatwa, atau opini hukum Islam yang tidak mengikat, yang dimaksudkan untuk membantu astronot Muslim di masa depan, yang mereka terjemahkan ke dalam bahasa Arab dan Inggris. Mereka menulis bahwa untuk salat, umat Islam di luar angkasa harus menghadap Mekah jika memungkinkan; tapi jika tidak, mereka bisa menghadap Bumi secara umum, atau hanya menghadap "ke manapun".
Untuk memutuskan kapan harus salat dan berpuasa selama Ramadan, para ulama menulis, umat Islam harus mengikuti zona waktu dari tempat yang mereka tinggalkan di Bumi, yang dalam kasus Dr Shukor adalah Kazakhstan. Untuk bersujud saat salat dalam gravitasi nol, para ulama menyatakan bahwa astronot dapat melakukan gerakan yang sesuai dengan kepala mereka, atau sekadar membayangkan gerakan umum di Bumi. Baca juga: RI Usul Pariwisata Masuk dalam ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework
Situs hds.harvard.edu menyebutkan, sebelum lepas landas, Shukor, mengatakan, sementara ini prioritas utamanya lebih pada melakukan eksperimen. Sebagai tanggapan, Pemerintah Malaysia mengundang 150 sarjana hukum Islam, ilmuwan, dan astronot untuk membuat pedoman bagi Dr Shukor.
Para ulama mengeluarkan fatwa, atau opini hukum Islam yang tidak mengikat, yang dimaksudkan untuk membantu astronot Muslim di masa depan, yang mereka terjemahkan ke dalam bahasa Arab dan Inggris. Mereka menulis bahwa untuk salat, umat Islam di luar angkasa harus menghadap Mekah jika memungkinkan; tapi jika tidak, mereka bisa menghadap Bumi secara umum, atau hanya menghadap "ke manapun".
Untuk memutuskan kapan harus salat dan berpuasa selama Ramadan, para ulama menulis, umat Islam harus mengikuti zona waktu dari tempat yang mereka tinggalkan di Bumi, yang dalam kasus Dr Shukor adalah Kazakhstan. Untuk bersujud saat salat dalam gravitasi nol, para ulama menyatakan bahwa astronot dapat melakukan gerakan yang sesuai dengan kepala mereka, atau sekadar membayangkan gerakan umum di Bumi. Baca juga: RI Usul Pariwisata Masuk dalam ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework
(iqb)
Lihat Juga :