Arkeolog Temukan Lusinan Patung Terakota Berusia 2.200 Tahun di Turki
Jum'at, 05 Februari 2021 - 07:39 WIB
loading...
Beberapa patung yang ditemukan tidak memiliki tubuh dan ini menunjukkan ada terakota lain yang dapat ditemukan di daerah tersebut. Foto: Arsip Penggalian Myra Andriake/Nevzat Çevik)
A
A
A
ANKARA - Para arkeolog telah menemukan lusinan patung terakota yang berusia lebih dari 2.000 tahun, termasuk yang menggambarkan dewa, dewi, pria, wanita, kavaleri, dan hewan. Penemuan ini seperti membuka jendela kehidupan di kota kuno Myra, di tempat yang sekarang disebut Demre di Turki.
"Penemuan patung-patung ini, memberi kita banyak petunjuk tentang apa yang ada di Myra yang misterius di bawah lapisan lumpur tebal pada abad pertama dan kedua SM," kata Nevzat Çevik, seorang profesor arkeologi di Universitas Akdeniz di Turki yang memimpin penggalian. (Baca: Temuan Prasasti Ini Ungkap Kerajaan Misterius di Turki)
Myra, lanjut Cevik, adalah salah satu pemukiman kuno terpenting di Lycia, wilayah maritim penting di sepanjang Laut Mediterania.
![Arkeolog Temukan Lusinan Patung Terakota Berusia 2.200 Tahun di Turki]()
Pelabuhan Myra pernah menjadi salah satu pelabuhan terbesar di Mediterania kuno, terkenal dengan kuburan batu yang menonjol dari perbukitan. Terdapat juga gereja Saint Nicholas, yang merupakan uskup Myra pada abad keempat dan teater era Romawi yang berkapasitas 11.000 kursi.
Çevik dan timnya sedang menggali bagian-bagian dari teater ini antara Juni dan Oktober 2020 ketika mereka menemukan teater kedua yang lebih kecil di bawah peninggalan Romawi. Struktur yang lebih tua berasal dari periode Helenistik, dari 323 SM. ketika Alexander Agung meninggal hingga permulaan Kekaisaran Romawi pada 30 SM. (Baca juga: Sisa-sisa Masjid yang Dibangun Setelah Wafatnya Nabi Muhammad SAW Ditemukan di Israel)
Mereka berharap menemukan teater Helenistik, tetapi penemuan patung-patung terakota yang tersebar di dalamnya adalah sesuatu yang luar biasa. "Kami melihatnya seolah-olah orang-orang Myra kuno dibangkitkan dan berlari melalui terowongan waktu bersama-sama dan datang ke zaman kita," kata Çevik.
"Penemuan patung-patung ini, memberi kita banyak petunjuk tentang apa yang ada di Myra yang misterius di bawah lapisan lumpur tebal pada abad pertama dan kedua SM," kata Nevzat Çevik, seorang profesor arkeologi di Universitas Akdeniz di Turki yang memimpin penggalian. (Baca: Temuan Prasasti Ini Ungkap Kerajaan Misterius di Turki)
Myra, lanjut Cevik, adalah salah satu pemukiman kuno terpenting di Lycia, wilayah maritim penting di sepanjang Laut Mediterania.

Pelabuhan Myra pernah menjadi salah satu pelabuhan terbesar di Mediterania kuno, terkenal dengan kuburan batu yang menonjol dari perbukitan. Terdapat juga gereja Saint Nicholas, yang merupakan uskup Myra pada abad keempat dan teater era Romawi yang berkapasitas 11.000 kursi.
Çevik dan timnya sedang menggali bagian-bagian dari teater ini antara Juni dan Oktober 2020 ketika mereka menemukan teater kedua yang lebih kecil di bawah peninggalan Romawi. Struktur yang lebih tua berasal dari periode Helenistik, dari 323 SM. ketika Alexander Agung meninggal hingga permulaan Kekaisaran Romawi pada 30 SM. (Baca juga: Sisa-sisa Masjid yang Dibangun Setelah Wafatnya Nabi Muhammad SAW Ditemukan di Israel)
Mereka berharap menemukan teater Helenistik, tetapi penemuan patung-patung terakota yang tersebar di dalamnya adalah sesuatu yang luar biasa. "Kami melihatnya seolah-olah orang-orang Myra kuno dibangkitkan dan berlari melalui terowongan waktu bersama-sama dan datang ke zaman kita," kata Çevik.
Lihat Juga :