Uji Kinerja Exynos 2100 vs Snapdragon 888 Terungkap, Ini Hasilnya

Rabu, 03 Februari 2021 - 23:57 WIB
loading...
Uji Kinerja Exynos 2100 vs Snapdragon 888 Terungkap, Ini Hasilnya
Lineup Samsung Galaxy S21 dibenamkan dengan pilihan chipset Exynos 2100 vs Snapdragon 888. Foto/Giz China
JAKARTA - Tes perbandingan pertama Samsung Galaxy S21 Ultra berbasis Exynos 2100 dan Snapdragon 888 membuktikan bahwa platform Qualcomm lebih bertenaga, terutama dalam hal aplikasi grafis. Baca juga: Keunggulan Juga Kelemahan Exynos 2100 dan Snapdragon 888

Exynos sedikit lebih kinclong ketimbang Snapdragon 888, tapi ini bukan satu-satunya keunggulan chipset baru Samsung. Video berikut membandingkan bagaimana smartphone pada SoC yang berbeda menguras baterai saat memuat.

Pada akhirnya, penulis ulasan mengonfirmasi bahwa smartphone berbasis Snapdragon 888 lebih panas (50° Celcius versus kurang dari 47° Celcius). Model berbasis Exynos 2100 tidak hanya lebih keren, tapi juga menggunakan pengisian baterai lebih efisien, meski hanya selisih 2%.


Samsung Tidak Berharap Rekor Penjualan
Seri Samsung Galaxy S20 5G, smartphone flagship tahun lalu, tidak memperlihatkan penjualan yang kuat. Hal tersebut diyakini menjadi salah satu alasan raksasa Korea Selatan itu meluncurkan penggantinya, Samsung Galaxy S21 5G, beberapa pekan lebih awal dari biasanya.

Meski demikian, perusahaan agak sederhana tentang potensi penjualan Galaxy S21 5G. Menurut data terbaru, Samsung berencana mengapalkan sekitar 26 juta unit seri Galaxy S21 tahun ini, yang sejalan dengan jumlah unit Galaxy S20 5G yang terjual. Artinya, prediksi itu sangat hati-hari.

Perusahaan berharap dapat menjual sekitar 10 juta smartphone Galaxy S21, 8 juta Galaxy S21 + (Plus), dan hampir sama dengan Galaxy S21 Ultra. Sedangkan untuk lini Galaxy S20, semula Samsung berencana menjual 35 juta unit tapi hanya berhasil menjual 26 juta.



Samsung kemungkinan akan menyesuaikan perkiraan pengiriman smartphone seri Galaxy S21 pada kuartal pertama. Analis yakin perusahaan pada akhirnya dapat menjual lebih dari 30 juta smartphone baru. Baca juga: Ilmuwan: Varian COVID Berbahaya Berikutnya Dikhawatirkan Sudah Ada di Luar Sana
(iqb)
preload video
Komentar Anda
TEKNO UPDATE