Akan Digunakan di Stasius Pasar Senen dan Stasiun Tugu, Ini Beberapa Fakta dari GeNose C19
Rabu, 03 Februari 2021 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
GeNose C19 bekerja dengan mendeteksi senyawa yang dihembuskan napas. Artinya, jika pasien memakan makanan berbau menyekat sebelum melakukan pemeriksaan, kemungkinan hasil yang dideteksi oleh GeNose C19 tidak akurat.
"Satu jam atau terpaksanya itu 30 menit sebelum dites itu jangan makan makanan yang aromanya itu keras. Seperti misalnya jengkol, pete, durian, kopi, ngerokok," jelasKetua pengembang GeNose C19, Kuwat Triyana.
Untuk menggunakan GeNose C19, pasien hanya perlu menghembuskan nafas atau meniup ke dalam plastik yang telah disediakan. Sampel nafas tersebut kemudian dimasukkan ke Sensing Unit yang terdiri dari beberapa puluh sensor udara.Baca juga : Mengejutkan, Diam-diam Toyota Camry Berdandan Lagi
Setelah itu, dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) yang telah disematkan ke dalam GeNose, secara otomatis akan mendeteksi partikel atau VOC (Volatile Organic Compound) yang dikeluarkan secara spesifik oleh pengidap Covid-19.
"Alat ini mampu mengidentifikasi VOC seperti seekor anjing yang bisa membedakan bau dari orang berbeda," jelas Dian K. Nurputra, Tim GeNose UGM.
"Satu jam atau terpaksanya itu 30 menit sebelum dites itu jangan makan makanan yang aromanya itu keras. Seperti misalnya jengkol, pete, durian, kopi, ngerokok," jelasKetua pengembang GeNose C19, Kuwat Triyana.
Untuk menggunakan GeNose C19, pasien hanya perlu menghembuskan nafas atau meniup ke dalam plastik yang telah disediakan. Sampel nafas tersebut kemudian dimasukkan ke Sensing Unit yang terdiri dari beberapa puluh sensor udara.Baca juga : Mengejutkan, Diam-diam Toyota Camry Berdandan Lagi
Setelah itu, dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) yang telah disematkan ke dalam GeNose, secara otomatis akan mendeteksi partikel atau VOC (Volatile Organic Compound) yang dikeluarkan secara spesifik oleh pengidap Covid-19.
"Alat ini mampu mengidentifikasi VOC seperti seekor anjing yang bisa membedakan bau dari orang berbeda," jelas Dian K. Nurputra, Tim GeNose UGM.
(wsb)
Lihat Juga :