Akan Digunakan di Stasius Pasar Senen dan Stasiun Tugu, Ini Beberapa Fakta dari GeNose C19
Rabu, 03 Februari 2021 - 11:16 WIB
loading...
GeNose C19 merupakan alat screening Covid-19 buatan peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto/Ist.
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memastikan bahwa GeNose C19 akan dipakai sebagai persyaratan penumpang kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, dan Stasiun Tugu, Yogyakarta.
Faktanya, GeNose C19 merupakan alat screening Covid-19 buatan peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yangtelah mengantongi Izin Edar KEMENKES RI AKD 20401022883 dan siap diproduksi massal untuk dipasarkan.Baca juga : Setir Kontroversial Tesla, di Amerika Ilegal, di Belanda Legal
GeNose C19memiliki sensitifitas 90%, spesifisitas 96%, akurasi 93% dengan PPV 88% dan NPV 95%. Alat inovasi anak bangsa ini memangtidak bisa menggantikanalatswab test Polymerase Chain Reaction (PCR), karena hanya digunakan untuk mendeteksi virus dengan cepat.
"Ini alat untuk skrining, alat untuk deteksi cepat. Jadi tidak bersifat menggantikan diagnosis yang memang hanya bisa dilakukan dengan gold standar PCR,"kataMenteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang Brodjonegoro, seperti diberitakan sebelumnya.
Berbeda dengan alat rapid test lainnya, GeNose C19 menggunakan senyawa yang dihembuskan melalui napas pasien untuk mendeteksi infeksi virus.
Faktanya, GeNose C19 merupakan alat screening Covid-19 buatan peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yangtelah mengantongi Izin Edar KEMENKES RI AKD 20401022883 dan siap diproduksi massal untuk dipasarkan.Baca juga : Setir Kontroversial Tesla, di Amerika Ilegal, di Belanda Legal
GeNose C19memiliki sensitifitas 90%, spesifisitas 96%, akurasi 93% dengan PPV 88% dan NPV 95%. Alat inovasi anak bangsa ini memangtidak bisa menggantikanalatswab test Polymerase Chain Reaction (PCR), karena hanya digunakan untuk mendeteksi virus dengan cepat.
"Ini alat untuk skrining, alat untuk deteksi cepat. Jadi tidak bersifat menggantikan diagnosis yang memang hanya bisa dilakukan dengan gold standar PCR,"kataMenteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang Brodjonegoro, seperti diberitakan sebelumnya.
Berbeda dengan alat rapid test lainnya, GeNose C19 menggunakan senyawa yang dihembuskan melalui napas pasien untuk mendeteksi infeksi virus.
Lihat Juga :