Mengenal Kehebatan AS2, Pesawat Supersonik Tanpa Emisi dan Polusi Suara
Senin, 01 Februari 2021 - 21:45 WIB
loading...
A
A
A
"Dunia tidak dapat menunggu hingga tahun 2050 untuk menjadi karbon netral. Kami harus melakukannya hari ini," kata Vice kepada CNN.
Pembakaran Bahan Bakar Serendah Mungkin
Mitra dalam program AS2 Aerion termasuk GE, yang memproduksi mesin supersonik Affinity, dan Spirit AeroSystems, yang membuat badan pesawat bertekanan AS2. Di kokpit, Honeywell merevolusi dek penerbangan, menggunakan keahliannya dalam jet militer supersonik untuk merancang prosesor, tampilan, sensor, dan sistem kontrol penerbangan misi AS2.
"Kami harus merancang pesawat yang sangat efisien dengan pembakaran bahan bakar serendah mungkin, jadi kami menghabiskan 10 tahun memikirkan tentang aerodinamika canggih dan mesin hemat bahan bakar. Kami telah merancang secara khusus seputar kebisingan dan emisi," kata Vice.
Salah satu hal yang tidak akan dimilikinya -yang dimiliki Concorde- adalah afterburner, sistem di mana bahan bakar disemprotkan ke knalpot mesin dan dibakar untuk meningkatkan daya dorong saat lepas landas dan akselerasi. "Kami mengesampingkan itu karena terlalu berisik dan menimbulkan terlalu banyak emisi di lingkungan," kata Vice.
"Hal kedua yang kami pikirkan adalah sumber energi kami. Kami menginginkan pesawat yang tidak bergantung pada bahan bakar fosil dan yang dapat beroperasi dengan 100% bahan bakar sintetis sejak hari pertama," tuturnya.
Perusahaan juga berkomitmen pada program reboisasi yang substansial untuk memastikan penggantian kerugian karbon bagi setiap pelanggan di setiap penerbangan. Vice menambahkan, AS2 dirancang untuk memenuhi Standar Kebisingan Pesawat Tahap 5, peraturan kebisingan pendaratan dan lepas landas yang paling ketat.
Pembakaran Bahan Bakar Serendah Mungkin
Mitra dalam program AS2 Aerion termasuk GE, yang memproduksi mesin supersonik Affinity, dan Spirit AeroSystems, yang membuat badan pesawat bertekanan AS2. Di kokpit, Honeywell merevolusi dek penerbangan, menggunakan keahliannya dalam jet militer supersonik untuk merancang prosesor, tampilan, sensor, dan sistem kontrol penerbangan misi AS2.
"Kami harus merancang pesawat yang sangat efisien dengan pembakaran bahan bakar serendah mungkin, jadi kami menghabiskan 10 tahun memikirkan tentang aerodinamika canggih dan mesin hemat bahan bakar. Kami telah merancang secara khusus seputar kebisingan dan emisi," kata Vice.
Salah satu hal yang tidak akan dimilikinya -yang dimiliki Concorde- adalah afterburner, sistem di mana bahan bakar disemprotkan ke knalpot mesin dan dibakar untuk meningkatkan daya dorong saat lepas landas dan akselerasi. "Kami mengesampingkan itu karena terlalu berisik dan menimbulkan terlalu banyak emisi di lingkungan," kata Vice.
"Hal kedua yang kami pikirkan adalah sumber energi kami. Kami menginginkan pesawat yang tidak bergantung pada bahan bakar fosil dan yang dapat beroperasi dengan 100% bahan bakar sintetis sejak hari pertama," tuturnya.
Perusahaan juga berkomitmen pada program reboisasi yang substansial untuk memastikan penggantian kerugian karbon bagi setiap pelanggan di setiap penerbangan. Vice menambahkan, AS2 dirancang untuk memenuhi Standar Kebisingan Pesawat Tahap 5, peraturan kebisingan pendaratan dan lepas landas yang paling ketat.
Lihat Juga :