Take Down dan Berikan Literasi Digital jadi Upaya Kominfo Berantas Hoaks
Kamis, 28 Januari 2021 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
Dia menerangkan, jenis-jenis hoaks yang beredar saat ini ada bermacam-macam. Misalnya ada sebuah kejadian, tapi narasi yang diceritakan berbeda. Lalu bisa juga kejadian yang sudah lama, tetapi diinformasikan baru terjadi.
"Penyebar hoaks menganggap yang membaca itu lebih bodoh dari dia. Masyarakat harus berhati-hati, jangan sampai jadi korban atau ikut menyebarkannya," imbuhnya.
Kominfo juga melakukan penanganan penyebaran hoaks dengan membekali masyarakat pengetahuan untuk mengenali hoaks atau mencari sumber yany bisa dipercaya. Jadi, hoaks tetap ditangani, tapi secara bersamaan juga berikan literasi digital lewat program yang sudah ada yakni Siber Kreasi.
"Siber Kreasi merupakan suatu gerakan yang saat ini ada 108 organisasi yang terlibat di dalamnya untuk melakukan literasi digital kepada masyarakat," jelas Semmy.
Pada konsep literasi digital yang diberikan, pemerintah mencoba menyentuh semua kelompok, dari orang tua, anak muda, anak usia sekolah, komunitas. Kominfo melakukannya dengan penyesuaian konsep sesuai karakter audiens.
Artinya, jika audiens senang melihat video, maka akan diberikan literasi melalui video. Jik senang bermain game, diberikan literasi melalui game yang mengedukasi. Media yang digunakan beragam agar menyentuh semua kalangan.
"Penyebar hoaks menganggap yang membaca itu lebih bodoh dari dia. Masyarakat harus berhati-hati, jangan sampai jadi korban atau ikut menyebarkannya," imbuhnya.
Kominfo juga melakukan penanganan penyebaran hoaks dengan membekali masyarakat pengetahuan untuk mengenali hoaks atau mencari sumber yany bisa dipercaya. Jadi, hoaks tetap ditangani, tapi secara bersamaan juga berikan literasi digital lewat program yang sudah ada yakni Siber Kreasi.
"Siber Kreasi merupakan suatu gerakan yang saat ini ada 108 organisasi yang terlibat di dalamnya untuk melakukan literasi digital kepada masyarakat," jelas Semmy.
Pada konsep literasi digital yang diberikan, pemerintah mencoba menyentuh semua kelompok, dari orang tua, anak muda, anak usia sekolah, komunitas. Kominfo melakukannya dengan penyesuaian konsep sesuai karakter audiens.
Artinya, jika audiens senang melihat video, maka akan diberikan literasi melalui video. Jik senang bermain game, diberikan literasi melalui game yang mengedukasi. Media yang digunakan beragam agar menyentuh semua kalangan.
Lihat Juga :