Terra Drone Gunakan Drone Ultrasonik untuk Inspeksi Pembangkit Listrik PLN

Rabu, 27 Januari 2021 - 20:50 WIB
loading...
Terra Drone Gunakan Drone Ultrasonik untuk Inspeksi Pembangkit Listrik PLN
Drone Ultrasonic (UT) yang digunakan untuk inpeksi di sektor pembangkitan dan ketenagalistrikan. Foto/TerraDrone.
A A A
JAKARTA - Drone atau pesawat nirawak merupakan perangkat dengan teknologi terkini yang bisa dimaanfatkan untuk banyak kegiatan. Pemanfaatannya juga bisa untuk pemeliharaan di sektor pembangkitan dan ketenagalistrikan di Tanah Air.

Hal tersebut terealisasi lewat MoU yang disepakati oleh Terra Drone Indonesia dan PT Cogindo Daya Bersama, anak perusahaan Indonesia Power yang juga memiliki akses langsung ke PT PLN.

BACA JUGA: Gila, POCO Nekad Batalkan Ribuan Transaksi Pembelian POCO M3, Ada Apa?

Pemeliharaan pembangkit listrik tidak hanya mengacu pada pemeliharaan aset dan peralatan, tetapi juga meliputi inspeksi rutin, pelaporan rutin oleh inspektur, integrasi dan tinjauan sistem, dan pemeliharaan periodik yang terjadwal untuk memastikan pembangkit listrik tetap aktif dan bekerja dengan baik.

"Tanpa perawatan dan inspeksi yang tepat, aset penting dan mahal tersebut dapat berpotensi rusak dan mengganggu operasi," kata Michael Wishnu Wardana, CEO Terra Drone Indonesia.

Dalam kerja sama ini, Terra Drone membawa teknologi & keahlian melalui partner Terra Drone Group dari seluruh dunia. Drone yang digunakan mampu melakukan perawatan dan inspeksi seperti inspeksi boiler, inspeksi generator, inspeksi struktur, dan lainnya.

Drone yang digunakan untuk pekerjaan tersebut adalah drone Ultrasonic (UT), yang mampu pengukuran ketebalan dinding (thickness measurement), serta inspeksi di ruang terbatas (confined space inspection).

"Teknologi tersebut digunakan karena salah satu jenis inspeksi tersulit yang harus dilakukan di infrastruktur pembangkit listrik adalah pemeriksaan bagian dalam aset, seperti boiler dan tangki," tambah Wishnu.

BACA JUGA: Komparasi Spek dan Harga POCO M3 vs OPPO A53 vs Vivo Y30 vs Realme C17

Wishnu menjelaskan, drone tersebut dirancang khusus untuk dapat terbang di ruang terbatas, sehingga dapat menggantikan keberadaan fisik dan memungkinkan untuk mengumpulkan data visual tentang kondisi dalam aset dari jarak jauh, tanpa perlu keberadaan inspektur di dalamnya.

Dengan cara tersebut, drone dapat mengurangi risiko keselamatan dan keamanan para inspektur. Selain itu, inspeksi menggunakan drone juga dapat mengurangi waktu downtime, sehingga mengurangi biaya operasional perusahaan.

"Diharapkan solusi penggunaan teknologi drone ini dapat terus berkembang dan diadopsi pada sektor industri besar lainnya di Indonesia," tandas Wishnu.
(dan)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1587 seconds (11.97#12.26)